Polda Papua Ngaku KPK Belum Koordinasi soal Penjemputan Lukas Enembe

Papua

Polda Papua Ngaku KPK Belum Koordinasi soal Penjemputan Lukas Enembe

Andi Nur Isman - detikSulsel
Senin, 03 Okt 2022 13:23 WIB
Wakapolda Papua Brigjen Ramdani Hidayat
Foto: Andi Nur Isman/detikcom
Papua -

Polda Papua mengaku belum ada koordinasi yang dilakukan pihak KPK terkait rencana penjemputan Gubernur Papua Lukas Enembe. Polda Papua merespons rencana penjemputan Lukas Enembe menguat usai mangkir dari panggilan KPK setelah ditetapkan tersangka kasus suap.

"Intinya kita belum ada pemberitahuan dari KPK," kata Wakapolda Papua Brigjen Ramdani Hidayat kepada wartawan di Mako Brimob Polda Papua di Jayapura, Senin (3/10/2022).

Menurut Brigjen Ramdani, pihaknya juga belum mendapat informasi mengenai perkara yang menjerat Lukas Enembe. Termasuk soal panggilan ke berapa yang sudah dilayangkan KPK terhadap Lukas Enembe.


"Pemanggilan kedua, ketiga, dan selanjutnya, dan apa-apa yang akan dilaksanakan oleh KPK kita belum tahu. Permasalahan bagaimana juga kita tidak tahu," ungkapnya.

Namun demikian pihaknya tetap menjamin akan melakukan pengamanan di Papua. Ramdani juga tidak menampik masih terus melakukan pengamanan di sekitar kediaman Lukas Enembe yang masih dijaga massa simpatisan.

"Yang penting bagaimana kita mengamankan Papua ini aja dulu. Biar aman dan tertip," ucapnya.

Untuk diketahui, Lukas Enembe pertama kali dipanggil dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi APBD Provinsi Papua pada tanggal 12 September 2022. Saat itu, Lukas Enembe masih sebagai saksi di tahap penyelidikan.

Namun pemanggilan di Polda Papua saat itu, tidak dihadiri Lukas Enembe. Dia mengutus penasehat hukumnya untuk menjelaskan ketidakhadirannya.

Lalu pada Senin 26 September 2022 KPK menetapkan perkara Lukas Enembe ke tahap penyidikan. KPK melayangkan surat panggilan pertama sebagai tersangka kepada Lukas Enembe.

Panggilan pertama Lukas Enembe sebagai tersangka juga tidak dihadiri. Lukas kembali mengirimkan tim kuasa hukumnya untuk memberikan alasan kesehatan.

Simpatisan Minta Lukas Enembe Diperiksa di Jayapura

Simpatisan Gubernur Papua Lukas Enembe meminta KPK untuk melakukan pemeriksaan di Jayapura, Papua. Hal tersebut diungkapkan kuasa hukum Lukas Enembe, Alloysius Renwarin kepada wartawan di Jayapura, Papua, Sabtu malam (1/10).

"Sampai malam ini kami ketemu dengan Pak Lukas dengan pimpinan gereja. Mereka bersikukuh tetap diperiksa di Jayapura. Apapun juga, yang didukung oleh seluruh masyarakat Papua yang ada di Kota Jayapura maupun di beberapa kabupaten di Papua, sudah siap mendukung," terangnya.

Alloysius kemudian menyampaikan simpatisan Lukas Enembe akan menerima KPK dengan lapang dada namun dengan syarat ada penjelasan terkait kesalahan Gubernur Papua itu. Jika itu tidak dilakukan, maka KPK diminta untuk mengurungkan niatnya.

"Jadi masyarakat mau tahu kesalahannya dimana baru mereka mengizinkan KPK masuk memeriksa Pak Lukas, kalau ada. Kalau tidak ada ya, mundur," pungkasnya.



Simak Video "Momen Lukas Enembe Main Judi di Ruang VVIP di Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hmw)