Cerita Lukas Enembe Kena Strok Sejak 2019, Sempat 'Mati' hingga Bangkit Lagi

Papua

Cerita Lukas Enembe Kena Strok Sejak 2019, Sempat 'Mati' hingga Bangkit Lagi

Tim detikcom - detikSulsel
Minggu, 02 Okt 2022 09:15 WIB
Gubernur Papua Lukas Enembe menjelaskan kondisi kesehatannya kepada awak media. Ia menyebutkan kesehatannya sedang menurun, bahkan bisa strok sewaktu-waktu.
Suasana di kediaman Gubernur Papua Lukas Enembe (Foto: Andi Nur Isman/detikcom)
Papua -

Gubernur Papua Lukas Enembe disebut sudah menderita penyakit strok sejak tahun 2019 yang membuatnya harus menjalani pengobatan di dalam dan luar negeri. Pihak keluarga bahkan mengatakan Lukas Enembe sempat mati kemudian bangkit lagi.

"Dia sudah mati tapi bangkit kembali. Tidak ada orang kalau strok empat kali (bisa selamat), tidak ada orang," ujar keluarga Lukas Enembe, Wawan kepada wartawan di kediamannya di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Jayapura, Sabtu (1/10/2022).

Wawan mengatakan bahwa sakit yang diderita Lukas Enembe tidak main-main dan sudah berkali-kali. Dia mengaku lebih sering mendampingi Lukas Enembe di rumahnya sejak sakit strok.


"Sejak dia sakit saya sering di rumah sini. Jadi sejak tahun 2019 itu sejak bapak sakit itu strok yang keempat kali. Memang sakitnya bukan main-main. Dia sakit berat," ujar Wawan.

Atas penyakitnya tersebut kata Wawan, Lukas Enembe sudah menjalani pengobatan di Jakarta dan Singapura. Hal ini dilakukan lantaran sakit yang dideritanya sudah berkali-kali dialami dan parah.

"Bapak berangkat ke sana, ke Jakarta, dia berobat ke Singapura. Ini karena stroknya empat kali. Jadi sejak dia sakit itu memang bapak sakit lebih parah bukan sakit main-main," tegasnya.

Wawan juga menyebut jika Lukas Enembe sudah sulit berjalan. Setiap ingin beranjak dari tempatnya, dia harus dibantu oleh orang lain termasuk saat ingin ke kamar mandi.

"Kalau mau jalan ke kamar mandi harus orang mendampingi dia. Mau ke kamar kecil saja tidak bisa sampai sekarang ini. Dia sedikit duduk, bicara lama, kaki bengkak," terangnya.

Lebih lanjut Wawan mengatakan bahkan ketika Lukas Enembe berbicara dalam waktu yang lama maka tensi darahnya juga akan terus naik.

"Dia bicara lama-lama dia punya tensi naik terus. Dia tinggal begini tapi tensi naik terus sampai sekarang," jelasnya.

Datangkan Dokter dari Singapura

Dokter pribadi Gubernur Papua Lukas Enembe dari Singapura akan di datangkan ke Jayapura, Papua pekan depan. Kuasa hukum Lukas Enembe, Alloysius Renwarin mengatakan dokter pribadi tersebut akan melakukan pemeriksaan rutin.

"Yang jelas diupayakan minggu depan dokter dari Singapura sudah ke Jayapura untuk memeriksa beliau. Rencananya 2 orang," ungkap Alloysius kepada wartawan di Jayapura, Papua, Sabtu malam (1/10).

Alloysius membeberkan bahwa kedatangan dokter pribadi Lukas Enembe ini menyikapi ketidakpastian dokter utusan KPK yang akan memeriksa kondisi Lukas Enembe. Sejauh ini, kata dia, tidak ada komunikasi kapan dokter KPK itu akan didatangkan.

"Sampai malam ini tidak ada pemberitahuan dari dokter KPK. Kapan mereka kesini membawa dokter dari KPK maupun dokter dari IDI. Jadi tidak jelas semua," ujarnya.

Dokter yang didatangkan disebut merupakan spesialis penyakit dalam. Dua dokter itu juga disebut yang merawat Lukas Enembe selama dirawat di Singapura.

"Mereka spesialis penyakit dalam yang selama ini merawat Pak Gubernur di Rumah Sakit Elizabeth di Singapura. Dokter pribadi di sana," ungkapnya.



Simak Video "'Sambutan' Massa di Luar Rumah Lukas Enembe Saat Didatangi Ketua KPK"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/tau)