Papua

Simpatisan Minta KPK Periksa Lukas Enembe di Jayapura, Bukan di Jakarta

Andi Nur Isman - detikSulsel
Sabtu, 01 Okt 2022 22:19 WIB
Kuasa Hukum Lukas Enembe, Alloysius Renwarin di Jayapura.
Kuasa Hukum Lukas Enembe, Alloysius Renwarin di Jayapura. (Foto: Andi Nur Isman/detikcom)
Jayapura -

Simpatisan Gubernur Papua Lukas Enembe mempersilakan KPK melakukan pemeriksaan terhadap Lukas terkait dugaan suap dan gratifikasi APBD Provinsi Papua. Namun pemeriksaan itu tidak dilakukan di Jakarta, melainkan di Jayapura, Papua.

Hal tersebut diungkapkan kuasa hukum Lukas Enembe, Alloysius Renwarin kepada wartawan di Jayapura, Papua, Sabtu malam (1/10/2022). Alloysius awalnya menyinggung soal pemanggilan kedua sebagai tersangka yang akan dilayangkan KPK kepada Lukas Enembe.

"Sampai dengan hari ini kami belum menerima (panggilan kedua) dari KPK. Yang apa, kami tetap dalam posisinya Pak Lukas Enembe masih dalam keadaan sakit, sehingga kita minta untuk beliau melakukan perawatan dulu, ketika sembuh baru beliau akan hadir secara gentelman pada saat kondisinya baik. Itu yang penting," ujar Alloysius.


Alloysius kemudian menanggapi tawaran agar Lukas Enembe memenuhi panggilan KPK di Jakarta sehingga bisa mendapat pertimbangan melakukan perawatan di Singapura. Namun dia menegaskan bahwa pihak Lukas Enembe kekeh untuk diperiksa di Jayapura saja.

"Sampai malam ini kami ketemu dengan Pak Lukas dengan pimpinan gereja. Mereka bersikukuh tetap diperiksa di Jayapura. Apapun juga, yang didukung oleh seluruh masyarakat Papua yang ada di Kota Jayapura maupun di beberapa kabupaten di Papua, sudah siap mendukung," terangnya.

Alloysius kemudian menyampaikan simpatisan Lukas Enembe akan menerima KPK dengan lapang dada namun dengan syarat ada penjelasan terkait kesalahan Gubernur Papua itu. Jika itu tidak dilakukan, maka KPK diminta untuk mengurungkan niatnya.

"Jadi masyarakat mau tahu kesalahannya di mana baru mereka mengizinkan KPK masuk memeriksa Pak Lukas, kalau ada. Kalau tidak ada ya, mundur," pungkasnya.

Dilansir dari detikNews, Lukas Enembe pertama kali dipanggil dalam kasus dugaan kasus suap dan gratifikasi APBD Provinsi Papua pada tanggal 12 September 2022. Saat itu, Lukas Enembe masih sebagai saksi di tahap penyelidikan.

Namun pemanggilan di Polda Papua saat itu, tidak dihadiri Lukas Enembe. Dia mengutus penasehat hukumnya untuk menjelaskan ketidakhadirannya.

Lalu pada Senin 26 September 2022 KPK menetapkan perkara Lukas Enembe ke tahap penyidikan. KPK melayangkan surat panggilan pertama sebagai tersangka kepada Lukas Enembe.

Panggilan pertama Lukas Enembe sebagai tersangka juga tidak dihadiri. Lukas kembali mengirimkan tim kuasa hukumnya untuk memberikan alasan kesehatan.



Simak Video "'Sambutan' Massa di Luar Rumah Lukas Enembe Saat Didatangi Ketua KPK"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/hmw)