Jokowi Urung Hadir Bikin Musra Makassar Batal saat Persiapan Sudah Matang

Jokowi Urung Hadir Bikin Musra Makassar Batal saat Persiapan Sudah Matang

Tim detikSulsel - detikSulsel
Sabtu, 01 Okt 2022 10:31 WIB
Jokowi saat memberikan sambutan di acara Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia di SOR Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (28/8/2022).
Presiden Jokowi saat menghadiri musra di Bandung (Foto: Sudirman Wamad/ detikJabar)
Makassar -

Musyawarah rakyat (musra) yang akan digelar gabungan relawan Joko Widodo (Jokowi) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 2 Oktober mendatang ditunda pelaksanaannya. Musra ditunda karena Jokowi urung hadir meskipun persiapan sudah matang.

"Persiapan sudah matang sebenarnya untuk 2 Oktober. Jadi ketika kami menerima informasi presiden berhalangan hadir, tentu harus kami kalkulasi ulang (pelaksanaan musra)," ungkap Ketua Panitia Nasional Musra, Panel Barus dalam konferensi pers di Makassar, Jumat (30/9/2022).

Terkait alasan Jokowi berhalangan hadir, Panel tidak menjelaskan secara detail. Namun dia menjelaskan jika kehadiran Presiden Joko Widodo menjadi faktor yang sangat penting dalam pelaksanaan musra 2 ini. Menurutnya, figur Jokowi sudah dinantikan publik atau masyarakat Sulsel.


"Jadi ada kerinduan yang begitu tinggi dari masyarakat Sulsel untuk bisa bertemu dengan Presiden Jokowi. Karena presiden berhalangan hadir sehingga kita putuskan acaranya kita tunda sampai batas waktu yang tepat dan kita akan menyesuaikan dengan jadwal Presiden," tuturnya.

Namun pihaknya memastikan, musra 2 akan tetap diselenggarakan di Kota Makassar setelah pelaksanaan musra yang pertama di Kota Bandung. Panel menuturkan musra 2 dapat dilanjutkan pelaksanaannya masih pada bulan Oktober 2022. Pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi untuk menyesuaikan pelaksanaan musra dengan jadwal Jokowi.

"Yang pasti dari tim panitia, bahwa musra 2 Sulsel akan tetap berjalan. Mudah-mudahan tetap bisa kita laksanakan masih di bulan yang sama (Oktober 2022)," jelasnya.

"Saya pastikan musra Sulsel akan tetap berjalan di kemudian hari. Karena kami semua menganggap Sulsel sebagai episentrum Indonesia timur adalah barometer yang tidak bisa kita abaikan," imbuhnya.

Musra Ibarat Miniatur Pemilu 2024 di Sulsel

Musra yang direncanakan bisa digelar 2 Oktober ditunda pelaksanaannya. Musra ini disebut akan menjaring capres-cawapres dan diibaratkan sebagai miniatur pemilu 2024 di Sulsel.

"Musra ini miniatur pemilu lah di Sulawesi Selatan. Bisa nggak pendukung Ganjar masuk ke situ? Bisa. Pendukung Anies masuk ke situ? Bisa. Yang dukung Jokowi 3 periode masuk ke situ? Bisa. Yang dukung Prabowo masuk ke situ? Bisa," ungkap Panel Barus, Kamis (29/9).

Pihaknya berharap 25 ribu peserta yang hadir saat musra nanti menjadi representasi rakyat di 24 kabupaten/kota di Sulsel. Menurutnya musra ini merupakan usaha untuk melibatkan rakyat sebanyak-banyaknya untuk berpartisipasi.

"Yang pasti bagaimana keinginan rakyat di Sulsel tidak kita rekayasa. Karena kita malah butuh mendapatkan sesuatu yang orisinil. Dengan melibatkan banyak orang, kita ingin mendapatkan gambaran yang paling jernih. Keinginan rakyat Sulsel ini seperti apa," jelasnya.



Simak Video "Relawan Jokowi Gelar Musra di Makassar, Pengamat: Ujungnya Pasti Jokowi Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/alk)