Data Terkini Korban Longsor Tambang Emas Kalsel: 6 Selamat, 7 Tewas, 4 Hilang

Kalimantan Selatan

Data Terkini Korban Longsor Tambang Emas Kalsel: 6 Selamat, 7 Tewas, 4 Hilang

Tim detikcom - detikSulsel
Jumat, 30 Sep 2022 09:30 WIB
Tim SAR gabungan kembali mengevakuasi satu korban selamat akibat tanah longsor di Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Foto: Tim SAR melakukan pencarian di lokasi longsor. (dok.ist)
Kotabaru -

Sebanyak 17 warga di Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) dilaporkan terdampak bencana longsor di area tambang emas liar. Sejauh ini tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 6 korban di antaranya dalam keadaan selamat, 7 ditemukan tewas, dan 4 orang masih hilang.

Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kotabaru Hendra mengungkapkan, total jenazah bertambah 7 usai satu korban ditemukan saat pencarian pada Kamis (29/9/2022). Korban teridentifikasi atas nama Bulkani.

"Iya kami kembali menemukan satu jenazah atas nama Bulkani, korban ditemukan di dalam tanah longsor yang berada di bawah gunung," ungkap Hendra kepada detikcom, Kamis (29/9).


Hendra menuturkan, jasad Bulkani ditemukan sekitar pukul 15.10 Wita. Saat itu tim SAR gabungan melihat lalat tepat di atas jasad korban.

"Pada pukul 14.50 Wita terlihat tanda berupa lalat yang bergerombol di sekitar lokasi longsor, kemudian pada pukul 15.10 Wita dari tim gabungan bersama relawan menemukan korban longsor dalam keadaan meninggal dunia atas nama Bulkani," katanya.

Jasad Bulkani saat ini telah dievakuasi ke posko Kikil, Kotabaru guna keperluan visum dan pemeriksaan tim dokter.

"Jasad kita evakuasi ke posko Kikil, untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak medis," ujar Hendra.

Dari total 17 korban, Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 13 korban. Tujuh di antaranya teridentifikasi meninggal dunia, yakni Wahid (35), Padlia Anoor (50), Inal (31), Salman (30), Imis (54), Noorjannah (47), dan Bulkani. Ada pun 6 korban selamat, yakni Hamdah (42), Murdiah (50), Isal (45), Abang Suryadi (46), Samsul (42), Arifin (35).

Usai menemukan satu korban lagi, tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian di lokasi titik longsor tambang emas liar masyarakat tersebut.

"Karena ini masuk hari ke-3 jadi tim fokus mencari di lokasi yang terdapat gerombolan lalat, atau di lokasi yang ada aroma tidak sedap. Sedangkan untuk ekskavator kita fokuskan di atas gunung, dan lokasi yang sulit dijangkau," ungkapnya.

Area Tambang Emas Liar Longsor

Kepala Sub Seksi Operasi Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, Amri Zuna Kurniawan menuturkan lokasi terjadinya longsor merupakan area tambang emas liar. Saat ini, upaya pencarian masih terus dilakukan.

"Iya lokasi longsor ini tambang emas liar masyarakat," ungkap Kepala Sub Seksi Operasi Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, Amri Zuna Kurniawan kepada detikcom, Kamis (29/9).

Insiden tersebut terjadi di atas Gunung Kura-kura, Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian, Kotabaru, pada Selasa (26/9) pukul 23.00 Wita. Amri mengaku lokasi tambang liar tersebut juga dijadikan permukiman oleh para pekerja.

"Karena lokasinya jauh dari akses utama (berada di tengah hutan), jadi para pekerja di sana sekalian mendirikan permukiman," sebutnya.



Simak Video "Berenang Seru Pelengkap Staycation, Banjarmasin"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/sar)