Anggaran Disdik Sulsel Rp 153 M Belum Terserap, Potensi Jadi Silpa

Anggaran Disdik Sulsel Rp 153 M Belum Terserap, Potensi Jadi Silpa

Xenos Zulyunico Ginting - detikSulsel
Jumat, 23 Sep 2022 12:25 WIB
Suasana rapat di Komisi E DPRD Sulsel
Suasana rapat di Komisi E DPRD Sulsel (Foto: Xenos/detikSulsel)
Makassar -

DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel mempercepat serapan anggaran Rp 153 miliar untuk pembangunan ruang kelas baru dan sarana penting lain di sekolah yang belum terserap tahun ini. Jika tidak diserap, anggaran ini berpotensi menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) dan dinilai bisa berdampak ke pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun depan.

"Kalau ini tidak jalan, berarti kita akan menghadapi masalah tahun depan di PPDB maupun dalam proses belajar mengajar anak-anak. Kurang lebih 153 miliar. Jauh lebih besar dari (anggaran) Mattoanging," ungkap anggota Komisi E DPRD Sulsel, Selle KS Dalle kepada detikSulsel, Jumat (23/9/2022).

Selle menambahkan, besarnya anggaran Disdik Sulsel yang belum terserap ini dinilainya mengkhawatirkan. Sehingga pihaknya memanggil Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) untuk mengetahui kendala yang menyebabkan proyeknya belum berjalan.


"Karena kita agak panik. Lho ini potensi silpa-nya Disdik ini besar sekali dan kegiatan-kegiatan yang berpotensi silpa itu adalah kegiatan yang berkaitan langsung dengan masalah aktual khususnya pada PPDB kemarin. Kekurangan ruang kelas baru, kemudian fasilitas laboratorium dan lain sebagainya," tuturnya.

Meskipun khawatir menjadi silpa, anggaran Rp 153 miliar ini tetap disetujui Komisi E di rancangan APBD Perubahan 2022. Ini karena Disdik dan Biro Barjas memberi jaminan bahwa anggaran ini bisa terserap hingga akhir tahun 2022.

"Iya harus. Karena kalau tidak, bagaimana tahun depan kita akan berhadapan dengan sejumlah keluhan-keluhan dari orang tua siswa yang anaknya tidak tertampung di sekolah atau sudah tertampung di sekolah tetapi aktivitas belajar mengajar tidak memadai karena fasilitas kurang," tuturnya.

Sementara, Kepala Disdik Sulsel, Setiawan Aswad menuturkan serapan anggaran terkendala karena ada proyek pembangunan sekolah yang gagal tender. Sehingga kemudian harus dilakukan perencanaan ulang.



Simak Video "Rapat dari Pagi Sampai Malam, 5 Mahasiswi di Makassar Kesurupan"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/ata)