Posting 'Wali Kota Palsu' di Medsos Bikin Kadis Dukcapil Parepare Dicopot

Posting 'Wali Kota Palsu' di Medsos Bikin Kadis Dukcapil Parepare Dicopot

Tim detikSulsel - detikSulsel
Jumat, 23 Sep 2022 06:16 WIB
18 ASN lingkup Pemkot Parepare bolos kerja pasca-cuti Lebaran.
Kantor Wali kota Parepare (Muhclis Abduh/detikSulsel)
Parepare -

Eks Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Adi Hidayah Saputra dicopot dari jabatannya gegara postingan 'wali kota palsu' di media sosial (medsos). Postingannya ini dinilai melanggar disiplin sebagai ASN.

"Benar, (pencopotan Adi Hidayah Saputra) diberhentikan sesuai surat keputusan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 821.22-5424 Tahun 2022 yang ditandatangani oleh Mendagri Tito Karnavian," ungkap Kepala BKPSDM Parepare Adriani Idrus saat dikonfirmasi detikSulsel, Kamis (22/9).

"Pemberhentian terhadap yang bersangkutan diberlakukan mulai Senin (19/9) lalu," sambungnya.


Pencopotan Adi Hidayah sebagai Kadis Dukcapil tersebut dilakukan karena yang bersangkutan dinilai melanggar disiplin sebagai ASN. Adriani menegaskan Adi memposting di medsos yang dinilai tidak seharusnya dilakukan sebagai ASN.

"Dia dicopot karena melanggar aturan UU Nomor 49 tentang Disiplin ASN. Jadi ada beberapa unggahan di media sosial yang dinilai tidak menjaga integritas dan keteladanan," jelasnya.

Pengakuan Eks Kadis Dukcapil Parepare

Eks Kadis Dukcapil Parepare, Adi Hidayah Saputra angkat bicara soal pencopotannya. Dia mengaku dicopot karena sejumlah postingannya dinilai bersoal termasuk postingannya soal 'wali kota palsu'.

"Jadi soal (postingan ) wali kota palsu itu sebenarnya perbincangan di grup (WA) tertutup dan dijadikan bukti (pencopotan)," ungkap Adi Hidayah kepada detikSulsel, Kamis (22/9).

Awalnya menurut Adi, dia menyebarkan link satu akun medsos yang memakai nama dan foto Wali kota Parepare, Taufan Pawe ke grup WA. Adi kemudian menyebut kalau akun tersebut akun wali kota palsu. Hanya saja postingannya di grup WA tersebut dipelintir seolah menuduh Wali Kota Parepare itu palsu.

"Ya mungkin ada orang di grup (WA) yang memanfaatkan kesempatan. Padahal akun atau orang yang pakai foto pak Wali dan nama Taufan Pawe itu yang saya maksud wali kota palsu tetapi ditanggapi pihak lain bahwa yang saya maksud wali kota palsu (Taufan Pawe)," jelasnya.

Adi menepis tudingan soal adanya postingannya yang menyebut secara langsung Walkot Parepare Taufan Pawe sebagai wali kota palsu. Hal ini sudah disampaikannya saat dimintai klarifikasi termasuk saat di-BAP.

"Saya pernah diklarifikasi dan saya bilang bukan. Cuman orang tafsirkannya itu (Taufan Pawe) wali kota palsu. Mungkin si pemeriksa sudah terkondisi dengan situasi yang lain (saat itu). Saya merasa postingan sama sekali tidak menyerang pak wali," bebernya.

Adi Hidayah Pasrah Turun Jabatan dari Kadis Dukcapil Jadi Staf Biasa

Eks Kepala Dinas (Kadis) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Adi Hidayah Saputra pasrah dicopot dari jabatannya. Adi Hidayah kini dimutasi menjadi staf biasa di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

"Saya terima keputusan (pencopotan). Sebagai seorang bawahan karena posisi saya punya pejabat pembina kepegawaian maka saya dengar dan laksanakan keputusan tersebut," ungkap Adi Hidayah saat dikonfirmasi detikSulsel, Kamis (22/9).

Saat ini Adi Hidayah ditempatkan di BKPSDM Parepare. Adi tak lagi mendapat jabatan. Dia ditempatkan atau bertugas menjadi staf ASN biasa.

"Ditempatkan di bagian sekretariat sebagai staf biasa. Saya juga masih menunggu apakah tetap di BKPSDM atau ada kebijakan baru dipindahkan," terangnya.



Simak Video "Penjelasan Mendagri RI soal Pemekaran Provinsi Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/asm)