300 Eks Pecandu di Samarinda Diminta Sosialisasi Bahaya Narkoba

Kalimantan Timur

300 Eks Pecandu di Samarinda Diminta Sosialisasi Bahaya Narkoba

Muhammad Budi Kurniawan - detikSulsel
Kamis, 22 Sep 2022 00:04 WIB
Badar mendapatkan penghargaan usai berhasil menjalani rehabilitasi.
Foto: Muhammad Budi Kurniawan/detikcom
Samarinda -

Sebanyak 300 narapidana di Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) selesai menjalani program rehabilitasi sosial selama 6 bulan. Mereka pun diminta menyampaikan ke masyarakat tentang bahaya narkoba.

"Sesuai slogan kita masuk jadi napi keluar jadi santri," sebut Kalapas Narkotika Samarinda, Hidayat kepada detikcom, Rabu (22/9/2022).

Hidayat mengatakan mereka yang ikut dalam rehabilitasi adalah napi yang memiliki kecanduan atas narkotika. Mereka yang mengikuti program ini dipilih dan diasesmen pihak BNNK Samarinda dan Yayasan Sekata.


"Jadi 300 napi ini adalah mereka yang memiliki ketergantungan atas narkoba yang berlebihan, program ini berjalan setiap hari dibantu teman-teman dari BNNK Samarinda, dan yayasan Sekata," terangnya.

Selama menjalani rehabilitasi, para napi di pisahkan dengan 900 napi lainnya dan mereka ditempatkan di pesantren khusus rehabilitasi. Tujuannya agar napi yang menjalani rehabilitasi tidak terganggu dan fokus menerima bimbingan moral serta pemahaman agama dari BNNK dan Sekata.

"Iya jadi memang kita pisahkan blok mereka. Selian pembekalan, mereka selalu dipantau dan rutin dilakukan tes urine selama 6 bulan," ungkapnya.

Sementara itu, Hairil Badar (40) salah seorang napi yang ikut dalam program rehabilitasi mengaku mendapatkan dampak positif usai menjalani rehab. Terutama saat ini dirinya lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

"Banyak yang dirasakan, kami disini sangat diistimewakan. Ya intinya kami dikasih pemahaman moral dan juga untuk mendekatkan diri kepada Allah, karena saat berada di luar saya lupa akan itu, apalagi saya yang termasuk pecandu narkoba," kata napi yang berdomisili di Samarinda itu.

Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Kaltim, Sofyan berharap mereka yang telah menjalani rehabilitasi bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat di lapas serta menjadi penyambung lidah kepada masyarakat terkait bahaya narkoba.

"Harapan kami kedepan mereka menjadi penyambung lidah kami, memberikan edukasi kepada teman-teman mereka yang masih berhubungan langsung dengan narkoba," tuturnya.



Simak Video "Kabareskrim Komjen Agus Dilaporkan Buntut Gratifikasi Tambang Ilegal"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hmw)