Warga di Bone Keluhkan Sungai Cabalu Tercemar Limbah Ternak Lele

Warga di Bone Keluhkan Sungai Cabalu Tercemar Limbah Ternak Lele

Agung Pramono - detikSulsel
Selasa, 20 Sep 2022 21:30 WIB
Warga di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluhkan anak sungai Cabalu yang tercemar limbah pembuangan kolam budidaya ternak ikan lele.
Foto: dok.ist
Bone -

Warga di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluhkan anak sungai Cabalu yang tercemar limbah pembuangan kolam budidaya ternak ikan lele. Sungai yang menjadi sumber air bersih warga sekitar disebut berbau dan tak layak konsumsi.

"Airnya berbau dan tidak layak lagi dikonsumsi untuk air minum, untuk mandi saja tidak bisa karena gatal. Padahal selama ini, sungai tersebut menjadi sumber warga mendapatkan air bersih," kata salah seorang warga Cabalu, Salehe kepada detikSulsel, Selasa (20/9/2022).

Salehe menyebut selama sungai tercemar terpaksa harus mengambil air di sungai besar Cabalu yang jaraknya cukup jauh. Warga juga meminta agar pemerintah memberikan teguran kepada pemilik budidaya lele itu. Ini lantaran pipa pembuangan dari pemilik budidaya lele mengarah langsung ke sungai.


"Kita minta agar pemilik ternak ikan lele ditegur dan limbahnya jangan dibuang ke sungai. Karena kita mau manfaatkan air yang ada di anak sungai, sudah tidak bisa lagi," sebutnya.

Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone, Muhammad Aspar mengaku belum ada laporan masuk ke DLH soal adanya penangkaran ikan lele yang limbahnya mencemari anak sungai Cabalu. Kalau memang ada warga yang keluhkan dan merasa dirugikan harusnya laporkan ke DLH.

"Laporkan kalau memang itu dikeluhkan. Bisa juga masukkan surat sehingga kami bisa tindaklanjuti," ucapnya.

Aspar menyebut, DLH siap akan turun ke lokasi meninjau keluhan itu. Selain itu warga juga sebaiknya berkoordinasi ke Dinas Perikanan selaku instansi yang lebih paham teknis budidaya ikan lele.

"Kami dari DLH siap turun di lokasi dan sebaiknya ada juga penyampaian ke Dinas terkait supaya kita juga ketahui teknisnya. Kalau usaha ikan lele seperti apa, dan bagaimana pengolahan limbahnya sehingga tidak ada warga yang dirugikan," jelasnya.

Sementara pemilik budidaya lele Andi Rias mengaku siap bernegosiasi dengan warga untuk mencari solusi terbaik. Pihaknya siap bermusyawarah dengan warga.

"Kami kooperatif dan siap bermusyawarah dengan pemerintah serta masyarakat sekitar untuk membahas secara kekeluargaan kebenaran mengenai adanya limbah dari lokasi budidaya lele kami. Setahu saya, tidak pernah juga ada keluhan dari masyarakat maupun dari pemerintah setempat soal bisnis lele kami," bebernya.



Simak Video "Longsor Tutup Jalan di Parepare Sulsel, 4 Rumah Terdampak"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/tau)