112 Warga di Toraja Utara Terinfeksi HIV, 4 Orang Meninggal

112 Warga di Toraja Utara Terinfeksi HIV, 4 Orang Meninggal

Rachmat Ariadi - detikSulsel
Senin, 19 Sep 2022 20:38 WIB
Ilustrasi HIV AIDS
Foto: Getty Images/iStockphoto/spukkato
Toraja Utara -

Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) mencapai 112 kasus sejak 2021. Sebanyak 4 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia akibat HIV.

"Toraja Utara meningkat sekali kasus HIV. Tercatat 112 kasus dari tahun 2021 hingga kini. Di periode Januari hingga September 2022 ada 19 kasus yang bertambah," kata Kepala Dinas Kesehatan Toraja Utara, Elisabeth kepada detikSulsel, Senin (19/9/2022).

Elisabeth mengungkapkan meningkatnya kasus HIV di Toraja Utara dikarenakan aktifnya petugas Dinas Kesehatan melakukan screening HIV kepada ibu hamil dan tempat-tempat dinilai rawan penularan.


"Memang tahun ini kita sangat aktif screening, sehingga banyak kami temukan penambahan kasus. Utamanya pada ibu hamil dan tempat-tempat dinilai rawan menjadi penularan HIV. Seperti rumah-rumah bernyanyi," ungkapnya.

Dari kasus HIV yang ditemukan di Toraja Utara itu didominasi ibu hamil, dan kalangan muda. Dari jumlah kasus itu kata Elisabeth, 4 orang yang terinfeksi HIV dinyatakan meninggal dunia.

"Ada ibu-ibu dan anaknya karena ini virus bisa ditulari langsung kepada anak. Kemudian ada juga penyumbang dari kalangan muda, dan mereka itu tidak ditulari oleh orang tua," bebernya.

Elisabeth mengutarakan, banyaknya kalangan muda yang terjangkit HIV ini dikarenakan seks bebas dan maraknya fenomena LGBT di Toraja Utara.

"Kalangan muda itu karena pergaulan bebas atau seks bebas. Maraknya LGBT juga salah satu pemicu," ujarnya.

Elisabeth menambahkan saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap orang yang dinyatakan terjangkit HIV. Selain itu, Dinas Kesehatan gencar melakukan sosialisasi di setiap Puskesmas, sekolah dan perguruan tinggi, demi meminimalisir penyebaran HIV di Toraja Utara.

"Yang dinyatakan positif (HIV) kami selalu pantau perkembangan kesehatannya. Mereka juga aktif melakukan konsultasi dan berobat di Puskesmas," ucapnya.

"Paling penting adalah menggencarkan sosialisasi di tempat hiburan masyarakat, sekolah dan perguruan tinggi. Ini dinilai perlu untuk meminimalisir penyebaran HIV," tutup Elisabeth.



Simak Video "Saran Epidemiolog pada Pemda Terkait Penanggulangan AIDS"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/sar)