BLT Dana Desa Cair, Warga di Sulut Keluhkan Bantuan Tak Sampai ke Penerima

Sulawesi Utara

BLT Dana Desa Cair, Warga di Sulut Keluhkan Bantuan Tak Sampai ke Penerima

Trisno Mais - detikSulsel
Sabtu, 17 Sep 2022 02:15 WIB
Cek KJMU 2021 Tahap 2, Bakal Cair Tanggal 29 November
Foto: Ilustrasi bansos. (Grandyos Zafna/detikcom)
Minahasa Utara -

Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT)dana desa (DD) dikeluhkan warga di Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut). Pasalnya BLT sudah cair, namun bantuan tidak sampai ke warga yang diklaim terdata sebagai penerima.

Dalam postingan yang dilihat detikcom, Jumat (16/9/2022), sebuah akun facebook itu menarasikan bahwa dirinya mempertanyakan soal kebijakan pemerintah desa terkait penyaluran BLT senilai Rp 600 ribu itu. Pasalnya ada nama yang terdaftar, namun setelah dicek, bantuan tidak sampai ke penerima.

Tak hanya itu, dia pun mengaku sangat prihatin kebijakan pemerintah desa. Masalahnya data penerima telah diganti namun tanpa ada pemberitahuan terhadap penerima sebelumnya.


"Miris memang Rp 600 ribu mampu menunjukkan ketidakjujuran yang selama ini sudah banyak diketahui banyak orang. Namun terlalu takut berkomentar," tulis akun facebook atas nama Yulia Ngangi, seperti dilihat detikcom, Jumat (16/9/2022).

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Urusan Pemerintahan Desa Paniki Atas, Sony Dien menjelaskan persoalan tersebut. Dirinya berdalih, pemerintah desa (pemdes) telah menghapus atau mengganti penerima BLT DD tahun 2022 atas nama Nikodemus Ngangi.

Menurutnya nama bersangkutan merupakan penerima bantuan sosial tunai dana desa (BST DD). Sehingga warga tersebut masuk kategori penerima bantuan lain.

"Jadi ketika nama keluar di BST dia harus diganti," kata Sony ketika ditemui detikcom, Jumat (16/9).

Sony melanjutkan, pemdes bersama dengan warga sebagai penerima BLT telah membuat surat pernyataan. Dalam surat kesepakatan itu menyebutkan, warga hanya boleh, baik itu bantuan sosial tunai (BST), program keluarga harapan (PKH), serta bantuan pangan non tunai (BPNT).

"Kami kan hanya berdasarkan surat pernyataan ketika terdapat sebagai penerima bantuan pemerintah, maka akan diganti. Sebab ada beberapa masyarakat yang diganti," ujarnya.

Tak hanya itu, Sony juga membantah bahwa dana bantuan itu sudah dicairkan kepada pihak lain. Sony mengungkapkan pihaknya memiliki bukti belum ada pencairan.

"Di situ juga disampaikan kalau sudah dicairkan, sebenarnya belum dicairkan. Kalaupun dibilang sudah diterima, saat kami periksa atas nama itu belum ada yang bertanda tangan menerima di situ," jelas dia.

Sony menyampaikan hingga saat ini pihaknya belum menetapkan nama pengganti dari penerima BLT DD. Pasalnya pergantian penerima BLT DD diputuskan dalam musyawarah desa (musdes).

"Kami masih cari yang ganti kepada keluarga itu, tapi diputuskan dalam musdes," sebut dia.

Pihaknya melaporkan, penerima BLT DD pada tahun 2022 sebanyak 102 orang. Namun dari total data itu ada sebanyak 10 orang yang diganti. Pasalnya mereka ditemukan sebagai penerima salah satu bantuan pemerintah.

"Satu keluarga Rp 300 ribu. Total penerima BLT 102 tahun ini, pernah diganti 10. Jadi ada yang terima BLT desa dan terima BST akan diganti," imbuhnya.



Simak Video "BLT Jadi Kompensasi Jokowi Naikkan Harga BBM, Warga Senang?"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/hsr)