Ledakan di Gudang Bahan Peledak Polairud Polda Sultra Kini Diselidiki Inafis

Sulawesi Tenggara

Ledakan di Gudang Bahan Peledak Polairud Polda Sultra Kini Diselidiki Inafis

Tim detikcom - detikSulsel
Jumat, 09 Sep 2022 08:30 WIB
Mako Ditpolairud Polda Sulawesi Tenggara
Foto: Mako Ditpolairud Polda Sulawesi Tenggara. (Antara)
Kendari -

Gudang penyimpanan bahan peledak di Mako Ditpolairud Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) meledak. Tim Inafis Polda Sultra telah melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Penyebabnya belum bisa kita jelaskan, tim Inafis sudah olah TKP, namun belum ada hasilnya," kata Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Ferry Walintukan kepada detikcom, Kamis (8/9/2022).

Ledakan di Mako Polairud Polda Sultra itu diduga berasal dari 30 jeriken berisi amonium nitrat. Jeriken itu merupakan hasil sitaan yang disimpan di gudang bahan peledak.

"Betul terjadi (ledakan) pukul 04.15 Wita, statusnya ini barang bukti sudah kita limpahkan ke kejaksaan tahap II. Oleh karena mereka (kejaksaan) tidak punya gudang untuk penyimpanan, itu mereka titipkan ke kita," kata Dipolairud Polda Sultra Kombes Suryo Aji dilansir dari detikNews yang mengutip Antara.

Suryo mengatakan barang bukti amonium nitrat tersebut seharusnya dititipkan ke Rumah Penyimpanan dan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) Kendari karena telah masuk tahap II. Namun, Rupbasan Kendari menolak untuk menerima barang bukti tersebut.

Atas dasar itulah Ditpolairud Polda Sultra berinisiatif membuat gudang khusus untuk mengamankan barang bukti sembari menunggu keputusan persidangan terkait kasus tersebut.

"Oleh karena kejaksaan tidak mau menyimpan, dikembalikan lagi, dititipkan ke kita ke Polairud. Rupbasan tidak mau menerima titipan barang-barang seperti ini. Ketika mereka tidak mau menerima atau menyimpan barang-barang ini, kami buatlah gudang khusus barang bukti bahan peledak yang biasa digunakan oleh nelayan," jelas Suryo.

Sementara itu, warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian mendengar suara ledakan menjelang waktu salat subuh, Kamis (8/9) sekitar pukul 04.00 Wita.

"Menjelang subuh tadi. Masjid sudah bunyi sekitar pukul 04.00," ujar Nursiah, salah seorang warga RT 005 RW 003.

Nusiah mengaku awalnya mendengar suara dentuman. Ia menduga ledakan itu dari area Mako Ditpolairud Polda Sultra, Jalan Bhayangkara Bahari, Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari.

"Ledakan pertama itu seperti dentuman, kemudian ledakan kedua diikuti suara pasir yang jatuh di atap rumah. Ledakan ketiganya yang besar sekali, terbongkar saya punya pintu rumah. Saya pun lari keluar rumah," katanya.

Nursiah mengatakan akibat terjadinya ledakan ini beberapa bagian rumahnya mengalami kerusakan.

"Pintu rusak sama jendela retak. Dinding rumah juga ada yang rusak," kata dia.



Simak Video "Seputar Ledakan Maut Peramu Mercon di Blitar-Malang-Magelang"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hmw)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT