Atasi Banjir di Lutra, Kementerian PUPR Segera Bangun Sabo Dam

Atasi Banjir di Lutra, Kementerian PUPR Segera Bangun Sabo Dam

Arzad - detikSulsel
Selasa, 06 Sep 2022 00:36 WIB
Kementerian PUPR meninjau beberapa titik banjir yang ada di Kecamatan Malangke, Baebunta dan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Foto: dok.ist
Luwu Utara -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun sabo dam di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel). Bantuan proyek penangkal banjir itu untuk mengantisipasi debit air sungai yang meluap hingga menggenangi sejumlah wilayah.

"Kondisinya memang memprihatinkan, dan faktornya juga bermacam-macam. Misalnya di Pongo tadi yang pertama kita tinjau itu debit Sungai Baliase yang masuk ke Masamba, sehingga Sungai Masamba ini meluap dan menggenangi beberapa desa," kata Direktur Operasi dan Pemeliharaan (OP) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Adenan Rasyid melalui keterangan diterima detikSulsel, Senin (5/9/2022).

Adenan diketahui meninjau sejumlah titik banjir di Kecamatan Malangke, Baebunta dan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara. PUPR melakukan penanganan darurat dengan menutup aliran Sungai Baliase yang masuk ke Sungai Masamba menggunakan Jumbo Bag.


Adenan mengatakan pihaknya akan segera melakukan penanganan darurat dengan menutup aliran Sungai Baliase yang masuk ke Sungai Masamba menggunakan Jumbo Bag. Tujuannya untuk mengurangi debit air ke Sungai Masamba.

"Untuk penanganan daruratnya kita pakai Jumbo Bag, ini minimal untuk mengurangi debit air yang masuk ke Sungai Masamba dari Sungai Baliase. Harapan kita dalam beberapa hari kedepan ini sudah mulai dikerjakan," harapnya.

Sementara untuk penanganan permanen, ia mengaku telah memiliki desain Sabo Dam. Ia juga meminta agar warga sabar menunggu hingga proses pekerjaan selesai dikerjakan.

"Dan untuk penanganan permanennya kita juga sudah punya desain Sabo Dam dan normalisasi sungai, jadi kami minta masyarakat untuk tetap bersabar dan yang penting juga adalah doa dan dukungan masyarakat," tutur Adenan.

Adenan mengatakan, tanggul aliran sungai Rongkong di Kecamatan Baebunta Selatan akan diperbaiki. Karena jebolnya tanggul menyebabkan air masuk ke wilayah pemukiman warga.

"Kita juga sudah mengarahkan untuk melakukan penanganan darurat, termasuk titik-titik yang kritis untuk segera ditangani," imbuhnya.

Sementara Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menyampaikan apresiasi atas gerak cepat yang dilakukan oleh Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan BBWS Pompengan Jeneberang yang datang melihat langsung situasi dan kondisi di Luwu Utara.

"Pemda mengapresiasi gerak cepat dari kementerian PUPR yang turun langsung untuk mengidentifikasi permasalahan dan beberapa rencana penanganan darurat. Tentu pemda akan memberikan dukungan yang dibutuhkan untuk kelancaran penanganan darurat nantinya," ucapnya.

Indah juga meminta seluruh pihak terkait dan pemerintah setempat sampai ke tingkat desa untuk berperan aktif membantu PUPR.

"Kita doakan semoga apa yang kita rencanakan oleh pemerintah ini berjalan dengan baik dan lancar," pungkasnya.



Simak Video "Arus Banjir Deras Memaksa Murid SD di Sulsel Belajar di Sekolah Darurat"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/sar)