Viral Pernikahan di Lutra Dibatalkan gegara Banjir, Tenda Dekor Megah Sia-sia

Viral Pernikahan di Lutra Dibatalkan gegara Banjir, Tenda Dekor Megah Sia-sia

Arzad - detikSulsel
Kamis, 01 Sep 2022 21:31 WIB
Kondisi tenda pernikahan yang direndam banjir di Luwu Utara.
Foto: Kondisi tenda pernikahan yang direndam banjir di Luwu Utara. (dok. istimewa)
Luwu Utara -

Viral di media sosial resepsi pernikahan di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel) terpaksa dibatalkan karena lokasi acara diterjang banjir. Tenda dengan pernak-pernik dekorasi yang megah pun harus dibongkar sia-sia karena sudah terendam air.

Dalam video beredar yang dilihat detikSulsel, sejumlah warga tampak mengamankan pernak-pernik tenda pengantin. Tampak dekorasi megah sudah terpasang di bagian atas tenda.

Ketinggian air terlihat mencapai paha hingga perut orang dewasa. Kursi acara juga tampak sudah disusun rapi.


Peristiwa ini diketahui terjadi di Desa Lembang-lembang, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara. Banjir menerjang pada Selasa (30/8) pagi saat semua persiapan telah dirampungkan.

"Tiba-tiba ada air subuh-subuh itu (air) datang," kata adik mempelai laki-laki, Nisa saat dikonfirmasi detikSulsel, Kamis (1/9/2022).

Nisa menuturkan, setelah lokasi acara diterjang banjir, pada malam harinya tenda langsung dibongkar pihak dekorasi. Air saat itu juga masih terus naik hingga mencapai perut orang dewasa.

"Tendanya langsung dibongkar waktu malam Rabu juga karena dalam sekali mi itu air sampai mi di perut," tuturnya.

Pihaknya bahkan tidak sempat melaksanakan acara resepsi karena kondisi yang sudah tidak memungkinkan. Tamu undangan juga disebut banyak yang tidak hadir, sehingga mempelai hanya foto bersama di rumah.

"Tidak ada mi acara resepsinya tinggal acara foto-foto saja di atas rumah, tidak ada juga orang datang jadi begitu mi," jelasnya.

Kendati begitu, Nisa mengatakan kedua mempelai dan keluarganya tidak begitu mempermasalahkan musibah yang menimpa mereka.

"Ini kan acara marolanya mi ji, jadi tidak menyesal ji mempelainya. Mau bagaimana lagi kalau Allah sudah berkehendak begini ya sudah kita ikhlaskan saja, dari Allah ji juga ini hujan," pungkasnya.

Seperti diketahui, sejumlah daerah di Luwu Utara memang sedang dilanda banjir. Sedikitnya ada 20 desa dan 5 kecamatan yang terendam banjir hingga menyebabkan sejumlah titik akses jalan terputus karena longsor.

"20 desa yang terdampak tersebar di 5 Kecamatan di antarnya Kecamatan Malangke, Malangke Barat, Baebunta, Baebunta Selatan dan Sabbang," kata Kepala BPBD Luwu Utara Muslim Muchtar saat dikonfirmasi detikSulsel, Rabu (31/8).



Simak Video "Arus Banjir Deras Memaksa Murid SD di Sulsel Belajar di Sekolah Darurat"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/sar)