Sulawesi Utara

PKP Sulut Akui Keliru Mencatut Nama Kader PDIP, Bakal Klarifikasi ke Bawaslu

Trisno Mais - detikSulsel
Jumat, 19 Agu 2022 23:29 WIB
Frans saat didampingi kuasa hukum melapor pencatutan identitas di Bawaslu Manado.
Foto: Frans saat didampingi kuasa hukum melapor pencatutan identitas di Bawaslu Manado. (Trisno Mais/detikcom)
Manado -

Ketua DPP Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Sulawesi Utara (Sulut), Ronald H Pauner mengaku pihaknya telah keliru telah mencatut nama kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulut, Franciscus Enock, dalam keanggotaan partainya. Pihaknya selanjutnya akan memberi klarifikasi resmi ke Bawaslu Manado.

"Pertama mohon maaf, ini kekeliruan diakui. Selanjutnya tinggal kami akan klarifikasi ke Panwas (Bawaslu red)," kata Ronald ketika dikonfirmasi detikcom, Jumat (19//8/2022).

Tak hanya itu, Ronald mengaku pihaknya sudah secara resmi menyampaikan permohonan maaf terhadap yang bersangkutan. Dia mengaku permasalahan tersebut sudah mendapatkan kesepakatan bersama.


"Kedua, kami sebagai pengurus sudah klarifikasi langsung ke Pak Enoc, dan sudah ada titik temu permohonan maaf dari Pak Enoc," ujarnya.

Ronald menambahkan dengan dicabutnya satu nama dari keanggotaan partainya, PKP bagi dia tetap memenuhi syarat sebagai peserta pemilu 2024.

"(Syarat peserta pemilu 2024) masih, karena yang dimasukkan masih ada kelebihan anggota partai," ujarnya.

Pihaknya menambahkan, kekeliruannya karena kartu tanda penduduk (KTP) yang bersangkutan dikirim sebagai pendukung partai. Sementara menurutnya, yang bersangkutan bukan merupakan anggota ataupun pengurus.

"Jadi yang bersangkutan bukan anggota partai apalagi pengurus, KTP-nya hanya terkirim sebagai pendukung," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, kuasa hukum Franciscus Enock, Gladi Angel Ria Dendape menyatakan bahwa pihaknya hingga kini belum menerima permintaan maaf secara resmi dari partai PKP. Pihaknya pun masih tetap pada pernyataan awal bahwa PKP secara resmi harus menyampaikan maafnya di media sosial maupun media massa.

"Dia sudah ngaku keliru. Jadi kalau terkait permohonan maaf belum disampaikan," kata Gladi Angel.

Pihaknya menyarankan agar PKP harus memberikan permohonan maaf secara terbuka baik media sosial maupun media massa. Pasalnya tindakan yang dilakukan sangat merugikan kliennya.

"Nanti permintaan maaf harus di-publish secara terbuka media sosial maupun di media masa online dan cetak, serta lisan ataupun secara tertulis. Biar jelas klarifikasi juga bahwa klien kami masih kader PDIP," katanya.

Diberitakan sebelumnya, kader PDIP SulSulut, Franciscus Enock dicatut dalam keanggotaan PKP Kota Manado. Frans langsung mendatangi kantor Bawaslu Manado untuk melaporkan hal ini dan mengancam melaporkannya ke polisi.

"Saya bersama klien saya datang ke sini (Bawaslu) untuk membuat laporan aduan atas dugaan tindak pelanggaran pemilu," kata kuasa hukum Franciscus Enock, Gladi Angel Ria Dendape kepada wartawan, di Kantor Bawaslu Manado, Kamis (18/8).



Simak Video "Warganet Keluhkan Namanya Dicatut Parpol, Bawaslu Buka Suara"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)