Peserta Upacara di Pinrang Disuguhi Kue hingga Makanan Tradisional

Muhclis Abduh - detikSulsel
Kamis, 18 Agu 2022 01:06 WIB
Sajian kue dan makanan tradisional usai upacara di Pinrang.
Foto: Sajian kue dan makanan tradisional usai upacara di Pinrang. (dok. istimewa)
Pinrang -

Beragam cara warga untuk menyemarakkan HUT ke-77 Republik Indonesia. Di Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) para peserta upacara disuguhi berbagai makanan tradisional.

"Untuk mengingatkan generasi muda, bahwa Indonesia dan termasuk Kabupaten Pinrang kaya akan kuliner sehingga generasi muda, tidak hanya memilih makanan modern," kata Ketua PKK Kecamatan Duampanua, Andi Nila Indah Sari kepada media, Rabu (17/8/2022).

Andi Nila menyampaikan, ide menyajikan berbagai makanan dan kue tradisional yang disajikan kepada peserta upacara ini merupakan inisiatif warga Kecamatan Duampanua di Lapangan Kelurahan Lampa. Warga juga yang secara swadaya membuat makanan dan kue tradisional ini untuk dicicipi.


"Warga yang inisiatif, kami bantu untuk penyajiannya," paparnya.

Warga, lanjutnya, memberikan saran agar perayaan HUT ke-77 RI ini dapat dirayakan dengan lebih meriah dan menonjolkan unsur lokal. Makanya kemudian dipilih untuk menyajikan beragam kue dan makanan tradisional.

"Jadi warga menilai selama ini kuliner tradisional sudah banyak dilupakan padahal masakan dan kue tradisional Indonesia lebih sehat dibanding makanan modern karena tanpa menggunakan pengawet," jelasnya.

Makanan tradisional yang disajikan di antaranya seperti nasi yang dimasak dengan buah pisang muda, kapurung, nasu palekko, jepa. Sementara kue tradisional yang disajikan doko-doko, sawalla, putu, onde-onde dan beberapa jenis kue lainnya.

Makanan dan kue tradisional disajikan juga secara tradisional seperti menggunakan daun pisang, piring yang terbuat dari anyaman rotan, bahkan ada yang menggunakan tempurung kelapa sebagai wadah tempat makanan dan kue tradisional tersebut.

"Jadi sekali lagi ini momen tepat juga mengenalkan ke generasi muda, pembuat makanan tradisional ini kita harus hargai sebab mereka berjasa membuat makanan yang kaya gizi dan bisa dinikmati hingga kini," imbuhnya.



Simak Video "2 Konten Kreator TikTok Sukses Cetak Rekor MURI"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/ata)