Imigrasi Nunukan Deportasi 3 WN Malaysia usai Masuk ke Objek Vital AL

Muhammad Budi Kurniawan - detikSulsel
Minggu, 14 Agu 2022 16:06 WIB
3 WNA saat diamankan Kantor Imigrasi Nunukan
Foto: 3 WNA saat diamankan Kantor Imigrasi Nunukan (dok.ist)
Nunukan -

Kantor Imigrasi Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) mendeportasi 3 Warga Negara (WN) Malaysia yang memasuki Indonesia pada 20 Juli 2022 lalu. Ketiganya dideportasi karena sebelumnya kedapatan masuk ke objek vital Angkatan Laut (AL) di Nunukan.

"Sudah kita deportasi Sabtu, (13/8) pada pukul 09.00 Wita, ketiganya diberangkatkan melalui pelabuhan Tuon Taka Nunukan menggunakan kapal KM. Nunukan Express," ujar Kepala Kantor Imigrasi Nunukan Washington Saut Dompak kepada detikcom, Minggu (14/8/2022).

Ketiga WN Malaysia tersebut masing-masing berinisial BJ (45) WN RRT, HJK (40) dan LBS (39). Washington menyampaikan ketiganya dikenakan Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.


"Karena diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati dan menaati peraturan perundang-undangan," terangnya.

Dia mengatakan ketiga WNA itu memasuki kawasan objek vital di lingkungan Angkatan Laut. 3 Orang Asing tersebut mengaku memasuki Wilayah Indonesia untuk melihat proyek pembangunan jembatan antara Tawau dan Sebatik, Malaysia.

Dari hasil pemeriksaan petugas, mereka berdalih tidak mengetahui bahwa salah satu lokasi tempat mereka berfoto adalah objek vital.

"BJ, HJK dan LBS pada awalnya diamankan oleh Satgas Marinir Ambalat XXVIII Sebatik ketika memasuki kawasan objek vital yang berada di lingkungan Angkatan Laut," ungkapnya.

Diketahui pula bahwa ketiga WNA tersebut masuk ke Indonesia bersama seorang Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial YBY (41) yang merupakan pimpinan perusahaan di bidang konstruksi di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia.

"Setelah dilakukan pemeriksaan bersama dengan beberapa Instansi terkait, tidak terbukti adanya tindakan spionase yang mereka lakukan sebagaimana berita yang telah beredar sebelumnya," kata Washington

Usai dilakukan gelar perkara dengan Direktorat Jenderal Imigrasi, Kejaksaan Negeri Nunukan, dan Pengadilan Negeri Nunukan, BJ, HJK dan LBS dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian berupa Pendeportasian dengan Penangkalan sesuai Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

Sebelum dideportasi, ketiga WNA itu telah menjalani pemeriksaan di kantor Imigrasi dengan memintai keterangan Ahli keimigrasian.

Selain itu, pihak Keimigrasian Nunukan pun masih terus melakukan koordinasi terhadap pengacara dan perwakilan negara WNA tersebut.

"Kami berkomunikasi juga dengan pengacara, juga perwakilan negara mereka yang ada di Indonesia tentunya dengan persetujuan Kemenlu. Tetap kita fasilitasi baik itu pengacara ataupun perwakilan negaranya supaya kasus ini terang benderang tidak ada yang ditutup-tutupi," katanya.



Simak Video "Berkunjung ke Tambak Tempat Budidaya Kepiting Soka, Tarakan"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/hmw)