8 Pekerja Migran Ilegal Asal Sulsel Diciduk saat Hendak Masuk Malaysia

Muhclis Abduh - detikSulsel
Jumat, 12 Agu 2022 19:36 WIB
BP2MI memberikan arahan kepada WNI yang dipulangkan setelah nekat ke Malaysia tanpa paspor.
Foto: BP2MI memberikan arahan kepada WNI yang dipulangkan setelah nekat ke Malaysia tanpa paspor. (Muhclis Abduh/detikSulsel)
Parepare -

Delapan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sulawesi Selatan (Sulsel) diamankan saat hendak masuk ke Malaysia. Mereka tak memiliki paspor sehingga dipulangkan ke daerah masing-masing.

"Petugas melakukan pencegahan terhadap 8 warga Sulsel hendak masuk ke Malaysia tanpa dokumen," kata Koordinator Pelindungan PMI UPT BP2MI Makassar, Purworini Indah Setyasih saat ditemui detikSulsel di Pelabuhan Parepare, Jumat (12/8/2022).

Purworini merincikan, delapan warga tersebut terdiri atas enam orang dari Bulukumba dan dua orang asal Makassar. Mereka diamankan karena hendak masuk Malaysia tanpa dokumen resmi.


"Kenapa mereka tertangkap karena tidak punya dokumen resmi saat pemeriksaan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara). Mereka mau lewat jalur tikus masuk ke Malaysia," jelasnya.

Rata-rata dari warga yang digagalkan masuk ke Malaysia tersebut, lanjutnya, mengaku nekat masuk ke Malaysia karena ada keluarga yang mengajak. Mereka tergiur bisa bekerja dengan gaji yang lebih bagus di Negeri Jiran tersebut.

"Biasanya seperti itu, ada calo atau keluarganya di sana sehingga mereka nekat mau ke Malaysia," paparnya.

Koordinator Pos BP2MI Parepare, M Arif menambahkan, selain menjemput delapan orang yang gagal masuk ke Malaysia, pihak BP2MI juga memulangkan satu orang warga asal Kabupaten Bone yang telah bekerja di Malaysia.

"Yang satu orang ini deportasi, dia pakai paspor masuk ke Malaysia namun masa kontraknya 3 tahun sudah habis. Kondisinya juga sakit dan sempat jadi korban perampokan," paparnya.

Pihak BP2MI, lanjutnya, melakukan penjemputan sembilan warga Sulsel memakai kapal laut dari Kabupaten Nunukan menuju ke Pelabuhan Nusantara Parepare. Selanjutnya semuanya diarahkan pulang ke kediaman masing-masing.

Pihaknya berharap agar setiap WNI yang hendak menyeberang ke Malaysia harus mengantongi dokumen resmi seperti paspor untuk dapat masuk. Jika tidak, maka tidak dibolehkan atau dianggap ilegal.

"Kami dari BP2MI mengimbau agar berangkat ke Malaysia harus secara resmi. Carilah pekerjaan yang baik dan legal sehingga tidak menimbulkan masalah hukum," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, PMI asal Bulukumba, Ansar mengaku nekat hendak ke Malaysia karena diajak oleh sepupunya. Dia dijanjikan bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di Negeri Jiran.

"Sepupu saya lama di sana. Itu yang memanggil. Saya lewat Nunukan baru tidak tahu dimana lagi. Saya barusan mau kesana. Disana mau kerja panen buah sawit," jelasnya.



Simak Video "Ratusan Pekerja Migran Indonesia Ilegal Diamankan di Sumut"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/asm)