Tanggul Sungai Rongkong Lutra Kembali Jebol, 2 Dusun Terendam Banjir

Arzad - detikSulsel
Jumat, 12 Agu 2022 16:48 WIB
Tanggul jebol di Lutra, Sulsel.
Foto: Tanggul jebol di Lutra, Sulsel. (dok. istimewa)
Luwu Utara -

Tanggul pembatas Sungai Rongkong di Desa Pombakka, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali jebol. Akibatnya dua dusun dilaporkan terendam banjir.

"Di sana itu ada dua dusun (Lapola dan Sauru), di situ saya belum hafal betul jumlah yang terdampak, karena ada dari masyarakat luar seperti yang dari Palopo," kata Camat Malangke Barat, Nasruddin kepada detikSulsel, Jumat (12/8/2022).

Nasruddin mengatakan tanggul tersebut kembali jebol sekitar pukul 01.00 Wita, Kamis (11/8). Kejadian ini telah dilaporkan ke Bupati Luwu Utara untuk segera diatasi. Pihaknya meminta 2 alat berat berupa ekskavator.


"Saya sudah melapor ke Ibu Bupati untuk menurunkan minimal 2 alat ekskavator untuk menggali dan menormalisasikan sungai sehingga tidak terjadi lagi ketinggian air yang berdampak pada pemukiman masyarakat," imbuhnya.

Menurutnya, jebolnya tanggul ini dikarenakan beberapa faktor. Salah satunya karena kedalaman sungai yang dangkal, sehingga lebih tinggi dari permukiman warga.

"Kalau tanggul jebol itu, karena memang di situ sudah dangkal itu sungai, lebih tinggi kelihatannya airnya daripada pemukiman masyarakat," terangnya.

Akibat jebolnya tanggul ini, lahan pertanian, perkebunan, dan perikanan warga terkena dampak. Nasruddin mengungkapkan, hal ini juga membuat produksi perikanan mengalami penurunan bahkan juga ada yang gagal produksi.

"Dampaknya itu merambah ke pertanian, perkebunan dan perikanan. Ini kan Pombakka daerah pesisir. Selama jebol ini, masalah produksi perikanan itu rendah bahkan ada yang gagal panen udang dan ikan kamboja, karena lebih di atas air daripada pamatang," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, tanggul pembatas Sungai Rongkong di Lutra jebol dan membuat 2 desa di sekitarnya terisolasi akibat banjir. Hingga kini dilaporkan ada sekitar 32 kepala keluarga (KK) yang mengungsi.

"Ada sekitar 32 KK yang mengungsi," ucap Kepala Dusun Wellang Pelang Muhardin saat dikonfirmasi Senin (7/3).

Permukiman warga yang terisolasi dan mengalami banjir cukup parah berada di Dusun Wellang Pelang, Desa Pombakka, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara. Menurut laporan, air luapan sungai sudah mulai merendam permukiman warga sejak Kamis (3/3) lalu.

Sementara itu 2 desa yang terisolasi akibat tanggul jebol tersebut ialah Desa Limbong Wara dan Desa Pombokka. Namun dampak terparah terjadi di Desa Pombokka.



Simak Video "Tanggul Sungai Sat di Pati Jebol, Ladang-Puluhan Rumah Rusak"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/sar)