359 Ternak di Bone Terjangkit PMK, 47 Ekor Dimusnahkan

Agung Pramono - detikSulsel
Jumat, 12 Agu 2022 12:36 WIB
359 ekor ternak terjangkit PMK di Bone.
Foto: 359 ekor ternak terjangkit PMK di Bone. (Dok. Istimewa)
Bone -

Sebanyak 359 ternak di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) terkonfirmasi positif virus penyakit mulut dan kuku (PMK). Ada 47 ternak di antaranya dimusnahkan lewat pemotongan bersyarat.

"Total keseluruhan ternak yang PMK 359. Sekarang sudah ada 50 ternak yang sembuh, 47 potong bersyarat, dan 262 sementara pengobatan," ungkap Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone Fadriani kepada detikSulsel,Jumat (12/8/2022).

Fadriani menjelaskan, pemotongan bersyarat sebagai salah satu pencegahan penularan virus PMK. Bagi warga yang ternaknya terjangkit PMK, mesti dimusnahkan dan peternak diberi kompensasi.


Kompensasi yang langsung ditanggung pemerintah tersebut nilainya bervariasi. Tergantung jenis ternak yang positif PMK dan akan dipotong.

"Kompensasi kalau sapi Rp 10 juta per ekor, kambing Rp 1,5 juta per ekor," tambahnya.

Fadriani menyebut, saat ini telah dilaksanakan vaksinasi kepada ternak yang memiliki gejala PMK. Sebab, menurut dokter hewan jika di sekitar desa tersebut sudah ada gejala, maka sapinya sudah termasuk positif PMK.

"Stok total (vaksin PMK) 12.500 dosis, terpakai 3700. Estimasi kebutuhan kita untuk saat ini ada dikisaran 100-an ribu vaksin," beber Fadriani.

Sejauh ini Pemkab Bone juga masih menerapkan lockdown ternak. Suplai ternak keluar masuk wilayah Bone dilarang demi memutus rantai penularan PMK.

"Untuk wilayah sebaran suspek PMK di Desa Masago dan Desa Massila, Kecamatan Patimpeng, serta Desa Hulo Kecamatan Kahu. Sampai saat ini Kabupaten Bone masih lockdown," sebutnya.

Sekadar diketahui kasus pertama PMK di Bone ditemukan Desa Massila, kemudian di tetangga desanya, Desa Masago, Kecamatan Patimpeng. Awalnya karena kerbau yang hendak dijual ke Tana Toraja, namun batal dibeli dan ternak itu dikembalikan ke Bone.

Sementara Kepala Desa Masila Kecamatan Patimpeng Arman menuturkan sudah banyak sapi dari Desa Masila dan Masago terjangkit penyakit PMK. Sapi yang terjangkit PMK juga sudah dipotong bersyarat.

"Jumlahnya itu 47 kasus yang dipotong bersyarat dengan dijanjikan asuransi penggantian uang. Ini untuk memutus mata rantai penyakit PMK di sini," ucapnya.



Simak Video "Cegah PMK Makin Meluas, Pemkab Lumajang Tutup Sementara 5 Pasar Hewan"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/tau)