Kades Pallime Bone Dinonaktifkan usai Diduga Terlibat Korupsi Dana Desa

Agung Pramono - detikSulsel
Kamis, 11 Agu 2022 22:34 WIB
Ilustrasi kasus dugaan korupsi terkait dana desa.
Foto: Ilustrator: Edi Wahyono
Bone -

Kepala Desa Pallime, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Isnaeni kini diberhentikan sementara alias dinonaktifkan dari jabatannya. Pemberhentian sementara ini dilakukan karena Isnaeni diduga terlibat kasus korupsi dana desa tahun 2017.

"Betul diberhentikan sementara karena masih menjalani pemeriksaan di kejaksaan. Saat ini Sekdesnya ditunjuk sebagai Plt (Pelaksana Tugas)," kata Camat Cenrana M Amin Kadir kepada detikSulsel, Kamis (11/8/2022).

Amin mengatakan, Kades Pallime non aktif diduga terlibat kasus korupsi dana desa tahun 2017. Pemberhentian sementara ini juga dilakukan agar tidak menganggu jalannya roda pemerintahan.


"Kalau pun nantinya tidak terbukti tentu yang bersangkutan wajib dikembalikan ke jabatannya. Kita menghargai proses hukum, dan menunggu sampai ada putusan tetap," tambahnya.

Sementara, Kacabjari Pompanua Handoko menuturkan, untuk perkara Desa Pallime masih menjalani proses pemeriksaan. Sementara untuk penahanannya belum diputuskan.

"Sementara kami masih proses untuk tahap penelitian berkas perkara. Untuk tersangka memang belum dilakukan penahanan," ucapnya.

Handoko menyebut, saat ini jaksa peneliti sedang memeriksa kelengkapan berkasnya, mulai dari kelengkapan formil dan materil. Namun sejauh ini belum ada pengembalian kerugian negara.

"Belum ada pengembalian kerugian negara dari yang bersangkutan. Kami juga upayakan semoga secepatnya bisa segera dilimpahkan berkasnya ke pengadilan," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone Cabang Pompanua menetapkan Isnaeni sebagai tersangka dugaan korupsi APBD Desa (APBDes) tahun anggaran 2017. Kerugian negara atas ulah tersangka mencapai Rp 635 juta.

"Cabang Kejaksaan Negeri Bone di Pompanua telah menetapkan saudara I Kepala Desa Pallime sebagai tersangka atas dugaan korupsi pengelolaan APBDes 2017 dengan nilai kerugian negara sebesar Rp 635.215.037," kata Kacabjari Pompanua Handoko kepada detikSulsel, Jumat (15/4).

Penetapan tersangka terhadap Isnaeni dilakukan setelah Inspektorat Bone mengungkap perhitungan negara dari hasil audit, Rabu (13/4). Sebelumnya penyidik Kejari Bone melakukan penyelidikan kasus ini pada bulan Mei 2021 lalu, lalu jaksa meningkatkan statusnya ke tahap penyidikan pada bulan Juni 2021.

"Perbuatan yang dilakukan tersangka I antara lain pekerjaan fisik dalam APBDes tahun 2017 yang dimana dikerjakan tidak sesuai RAB, dan belum dapat dipertanggungjawabkan. Kemudian pajak yang tidak disetor ke negara, dan adanya kuitansi yang tidak dipertanggungjawabkan," sebutnya.



Simak Video "Longsor Tutup Jalan di Parepare Sulsel, 4 Rumah Terdampak"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/asm)