Pedagang Liar di Pasar Sentral Bone Tolak Pindahkan Lapak

Agung Pramono - detikSulsel
Rabu, 10 Agu 2022 23:34 WIB
Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) memberikan ultimatum kepada pedagang liar di Pasar Sentral Palakka untuk segera pindah.
Pasar Sentral Bone (Foto: Agung Pramono/detikSulsel)
Bone -

Pedagang liar di Pasar Sentral Palakka Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) menolak untuk direlokasi. Mereka kekeh untuk tetap bertahan meski diultimatum Pemda setempat.

"Kami menolak rencana penggusuran oleh pemda. Ini masalah perut pak. Kalau kami digusur, bagaimana nasib kami," kata salah seorang pedagang Rusmini kepada detikSulsel Rabu (10/8/2022).

Rusmini mengatakan, mata pencaharian utama pedagang dari berjualan di Pasar Sentral Palakka. Pihaknya berharap ada solusi terbaik yang bisa memberi keadilan bagi para pedagang yang berjualan.


"Kalau kami disuruh membayar retribusi kami siap. Yang jelas kami menolak penertiban dan penggusuran. Apalagi pernah ada kesepakatan bahwa tidak ada penggusuran sebelum ada tempat atau zona yang ditetapkan untuk pedagang. Kemudian PKL juga diminta dilibatkan ketika ada rapat penetapan zona," jelasnya.

Sementara, Wakil Ketua Bapemperda DPRD Bone Ade Ferry Afrizal menuturkan, jika pemda ingin menggusur pedagang kaki lima (PKL) dengan alasan tidak ada pemasukan daerah di pasar mestinya lokasi jualan pedagang dibenahi dibenahi. Lakukan upaya agar mereka bisa membayar sewa.

"Itu bisa karena memang tempatnya disiapkan oleh Pemda jadi ada sistem sewa. Jadi tidak ada korelasinya dengan PKL yang ada di sekitar lokasi itu," ucapnya.

Ade menyebut, kalau mau pemda ada pemasukan dari PKL simpel sekali solusinya. Menurutnya perlu ada peraturan bupati (Perbup) terkait zonasi penataan PKL. Itu dasarnya pemda bisa tarik retribusi.

"Kalau tidak ditetapkan itu dan berharap ada pemasukan sama halnya itu pungli jadinya," jelasnya.

Ade menegaskan, Pemda memang bisa menertibkan PKL (pedagang yang di luar dari kios) dengan dasar ketertiban umum. Akan tetapi perlu juga diingat bahwa itu terjadi karena kelalaian pemda sendiri yang tidak melaksanakan tugasnya.

"Mengapa masyarakat yang harus disalahkan ketika pemerintah lalai memberikan pelayanan. Kelalaian pemda yang saya maksud di sini karena tdk menjalankan perintah Perda PKL itu," jelasnya.

Diketahui, Pemkab Bone memberikan ultimatum kepada pedagang liar di Pasar Sentral Palakka untuk segera pindah. Ultimatum ini buntut nihilnya pemasukan retribusi di Pasar Sentral Palakka.

"Mulai kemarin kita sosialisasi dan pemasangan imbauan untuk pindah sendiri. Kita minta teman-teman bongkar sendiri sampai batas waktu yang ditentukan pemerintah," kata Kasat Pol PP Bone Andi Akbar kepada detikSulsel, Sabtu (6/8).

Sebelum dilakukan penertiban, terlebih dahulu dilakukan pendekatan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sekaligus memberi imbauan dengan memasang spanduk. Setelah itu barulah tim turun melakukan penindakan.

"Jika pun masih ada yang belum pindah terpaksa akan dilakukan penertiban dengan membongkarnya. Kami beri waktu untuk pindah sampai tanggal 18 Agustus, karena rencana penertiban dilakukan tanggal 19 Agustus," tegasnya.



Simak Video "Pembongkaran 48 Lapak PKL di Rangkasbitung"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/asm)