Cerita Nenek Bayi Ikut Wisuda, Mendiang Ibu Sempat Janjian Bareng Suami

Arzad - detikSulsel
Rabu, 10 Agu 2022 21:32 WIB
Foto: Bayi 4 bulan Kimberly mewakili almarhumah ibunya wisuda
Foto: dok. Istimewa
Palopo -

Kimberly, bayi berusia 4 bulan asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) menggantikan ibunya yang telah meninggal mengikuti wisuda. Momen itu terjadi atas inisiatif pihak kampus Universitas Andi Djemma (Unanda).

"Keputusan dari kampus (Unanda), anaknya yang wakili untuk wisuda ada undangan dari kampus, itu kan ibu dan ayahnya harusnya diwisuda hari itu juga (8/8)," ujar nenek Kimberly, Masripa kepada detikSulsel, Rabu (10/8/2022).

Marsipa menuturkan, saat nama mendiang orang tua bayi itu dipanggil, Kimberly pun naik ke atas panggung untuk menerima ijazah. Saat itu Masripa menyaksikan suasana yang tadinya ceria seketika berubah jadi haru.


"Waktu nama anak saya disebut kami naik, di situ semua orang menangis termasuk rektornya sama dekannya," tuturnya.

Selain mewakili almarhumah ibunya, Kimberly juga turut mewakili ayahnya karena saat ini tengah proses hukum di Rutan Sengkang sejak 2 bulan lalu. Ayahnya terlibat kasus kecelakaan lalu lintas.

"Tapi karena ibunya sudah meninggal dan ayahnya ditahan di Sengkang karena kecelakaan lalu lintas hampir 2 bulan yang lalu, Kimberly yang gantikan kedua orang tuanya," kata dia.

Masripa mengungkapkan, komunikasi dengan ayah Kimberly terakhir kali dilakukan sesaat setelah dokumentasi berupa foto dan video wisuda dikirimkan.

"Hari itu juga langsung dibawa ke Kejaksaan bapaknya, hpnya juga sudah diamankan jadi terakhir di situ kami komunikasi setelah wisuda," tambahnya.

Lebih jauh, Masripa menceritakan bahwa anaknya sempat menunda untuk ikut wisuda. Mendiang ibunya berencana melangsungkan wisuda bersama dengan suaminya.

"Waktu seangkatannya sudah diwisuda, saya sempat tanya ke Citra kenapa belum ikut wisuda. Citra lalu peluk saya dan tenangkan saya sambil dia bilang kalau dia mau ikut wisuda kalau sama suaminya karena dia sudah janjian untuk wisuda sama-sama," terang Masripa.

Namun, Masripa tak menyangka anaknya akan meninggal pascamenjalani operasi sesar saat melahirkan Kimberly. Sebelum dinyatakan meninggal, Citra merasa kesakitan dan meminta untuk dibius ulang.

"Tapi takdir berkata lain, saya juga tidak sangka kalau anak saya akan meninggal setelah melahirkan karena kan dia dioperasi sesar, kesakitan kasihan saking sakitnya dia minta dibius kembali, sekitar jam 4 subuh dia meninggal dunia," ungkapnya.

"Dia belum sempat lihat anaknya karena waktu selesai melahirkan anaknya langsung dikasi masuk inkubator cuma saya suruh suaminya fotokan anaknya baru dia bawa naik ke ruang istrinya dirawat, di situ saja dia lihat anaknya," tambah Masripa.

Sementara, ayah Kimberly saat itu tengah mengurus berkas wisuda. Setelah itu, ayah Kimberly terlibat kecelakaan yang menyebabkan satu pengendara motor tewas sehingga ditahan oleh aparat kepolisian.

"Kalau ayahnya, setelah urus wisudanya dia berangkat ke Makassar, pulang dari Makassar dia dapat musibah kecelakaan, mobilnya tabrakan dengan motor, meninggal ini yang naik motor," paparnya.

Masripa menambahkan, beberapa rekan dari ayah Kimberly juga berupaya agar sang ayah bisa ikut wisuda saat itu. Namun polisi tidak mengizinkan.

"Ada surat diantarkan sama temannya ke Sengkang untuk ikut wisuda tapi tetap tidak diizinkan. Suaminya juga sudah minta ke Polisi untuk dikawal selama wisuda tapi tetap tidak dikasih izin, saya juga tidak tahu kenapa tidak dikasih izin jadi sekalian mi kasihan anaknya juga yang wakili," pungkasnya.



Simak Video "Palaku Pembunuhan Sadis IRT di Palopo Ternyata Sang Suami"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/sar)