Berita Nasional

Mahfud Singgung DPR Diam, Ketua Komisi III Balas 'Menteri Komentator'

Tim detikNews - detikSulsel
Rabu, 10 Agu 2022 19:47 WIB
Bambang Wuryanto, bambang pacul
Foto: Bambang Wuryanto. (Rolando/detikcom).
Jakarta -

Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul merespons pernyataan Menko Polhukam Mahfud Md yang menilai DPR diam terkait kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Bambang membalas sindiran Mahfud Md dengan menyebut istilah Menteri Komentator.

"Kalau Menko Polhukam ngomong bahwa itu DPR kok tidak ribut justru karena DPR sadar posisi. Kita malah justru bertanya apakah Menko Polhukam itu punya posisinya memang tukang komentar?" kata Pacul di kompleks parlemen Senayan, Jakarta seperti dilansir dari detikNews, Rabu (10/8/2022).

Pacul mengaku heran di kasus Brigadir Yoshua ini Mahfud justru kerap muncul berkomentar. Termasuk soal ucapan Mahfud yang lebih awal bicara soal tersangka ketiga ke publik ketimbang Polri.


"Tersangka belum diumumkan dia udah ngumumkan dulu. Apakah yang begitu itu jadi tugas Menko Polhukam. Saya bertanya sebagai Ketua Komisi III DPR, apakah itu masuk di dalam tupoksi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan? Koordinator, lo, bukan komentator. Menteri koordinator bukan menteri komentator," ujar Pacul.

Pacul menuturkan jadwal rapat sebenarnya sudah dibahas dengan pimpinan Komisi III DPR RI. Isu-isu penembakan Brigadir Yoshua, pembahasan RKUHP, hingga pembahasan anggaran akan menjadi prioritas dibahas. Namun rapat baru dilakukan setelah masa reses selesai termasuk memanggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Kan saya bilang, bahwa ini rakyat perlu tahu. Maka nanti Pak Kapolri pasti kita undang ke Komisi III DPR untuk menjelaskan ini semua," bebernya.

Mahfud Md Sindir DPR Diam soal Kasus Brigadir J

Mahfud Md sebelumnya menyinggung faktor-faktor dalam kasus Brigadir J. Mahfud menyinggung DPR, yang disebutnya diam dalam wawancara bersama Kompas TV.

"Misalkan saya katakan, psikopolitisnya, semua masyarakat heran, kenapa sih ini DPR kok diam? Ini kan kasus besar. Biasanya kan ada apa... paling ramai manggil-manggil. Ini nggak ada, tuh," kata Mahfud.

Mahfud Md lantas menyinggung istilah 'mabes dalam mabes'. Mabes yang dimaksud adalah markas besar.

"Ini bagian psikopolitis, adanya mabes di dalam mabes, itu yang punya aliansi sendiri-sendiri," tutur Mahfud.



Simak Video "Dugaan Pelecehan ke Istri Sambo: Dulu Duren Tiga, Kini Magelang"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/nvl)