Mendagri Puji Walkot Makassar soal Langkah Pengendalian COVID-19

Sukma Nur - detikSulsel
Selasa, 09 Agu 2022 21:53 WIB
Walkot Makassar dan Mendagri
Foto: Pemkot Makassar
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berikan pujian dan berterima kasih secara khusus kepada Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto atau kerap yang disapa dengan Danny Pomanto. Hal tersebut ia tujukan lantaran Danny adalah wali kota pertama yang melakukan survei kepada warganya terkait pengukuran kekebalan tubuh terhadap virus COVID-19.

"Sama dengan Pak Danny Pomanto, terima kasih banyak. Beliau ini wali kota pertama yang melakukan survei itu dan hasilnya cukup tinggi 87 persen. Sehingga data tersebut juga mengkonfirmasi temuan survei secara nasional oleh Kemendagri dan Kemenkes RI," ujar Tito dalam keterangan tertulis, Selasa (9/8/2022).

Pujian itu Tito sampaikan saat memberi sambutan penutupan Rakernas APEKSI XV, di Hotel Truntum, Padang, Sumatera Barat.


Lebih lanjut, Tito menyebutkan Danny sebagai kepala daerah yang memiliki visi dan misi yang jelas. Selain itu, Danny juga kepala daerah yang kerja keras. Menurutnya, upaya Danny dalam pengendalian pandemi COVID-19 merupakan langkah yang terstruktur.

"Dia mengetahui apa yang dia akan lakukan dan rencana pembangunan fisik dan non fisik sudah jelas hingga akhir masa jabatannya," katanya.

Pada kesempatan itu, Tito juga memberikan selamat kepada Danny atas terpilihnya kota Makassar sebagai tuan rumah APEKSI 2023 mendatang.

"Alhamdulillah kerja kita diakui oleh Mendagri. Kemarin memang kami menggandeng lembaga survei independen Celebes Research Center (CRC) untuk upaya penanganan COVID-19. Mereka mengukur tingkat kekebalan tubuh warga melalui sampel darah sebanyak 1.350," ucap Danny.

Mendengar pujian tersebut, Danny merasa ide dan kerja kerasnya diapresiasi dengan baik. Terlebih hasil kerja sama dengan lembaga CRC memberikan hasil yang sama dengan hasil survei Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan.

"Jadi terkonfirmasi Kemendagri dan Kemenkes RI kisaran 86 persen. Kami di angka 87 persen." pungkasnya.

(fhs/ega)