Pria Sulsel Diterima Kerja di LN, Rupanya Perusahaan Judi Online-Penipuan

Muhclis Abduh - detikSulsel
Kamis, 04 Agu 2022 13:52 WIB
Ilustrasi Lowongan Kerja
Foto: Ilustrasi lowongan kerja. (Luthfy Syahban/detikcom)
Parepare -

Seorang warga Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Raiwansyah (31) menjadi korban penipuan lowongan kerja modus investasi bodong di Kamboja. Korban saat ini masih tertahan di luar negeri (LN) karena terancam denda 4.000 dollar dari perusahaan tempatnya bekerja.

"Adik saya ada di Kamboja. Mengeluh tidak nyaman dan minta dipulangkan," ungkap kakak Andi Raiwansyah, Andi Rastati saat dikonfirmasi detikSulsel, Kamis (4/8/2022).

Rastati menjelaskan adiknya sudah sekitar 7 bulan di Kamboja. Awalnya adiknya hanya melapor hendak ke Jakarta, tetapi ternyata melamar pekerjaan di luar negeri.


Saat itu Raiwansyah tidak mengetahui bahwa dirinya melamar kerja di perusahaan investasi bodong dan judi online. Belakangan korban baru tersadar dan dibuat tidak nyaman.

"Dia tak tahu sama sekali bahwa ternyata itu perusahaan tempat dia bekerja di sana itu bodong. Itu merugikan banyak orang," tutur Rastati.

Dia melanjutkan, Raiwansyah sempat mencoba keluar dari perusahaan namun dimintai sejumlah uang. Hal itu sebagai bentuk denda yang tertuang dalam kontrak kerjanya jika mengundurkan diri sebelum terhitung setahun bekerja.

"Awalnya disuruh bayar denda 4.000 dollar. Tetapi gajinya dipotong bayar denda. Jadi sisa bayar denda 3.200 dollar katanya oleh pihak perusahaan," ungkapnya.

Pihak keluarga pun sudah melapor ke Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Pekerja Migran Indonesia (PMI) Kota Parepare. Ia berharap adiknya dapat mendapat bantuan untuk dapat dipulangkan.

"Kemarin kami sudah melapor, besar harapan saya supaya bisa dibantu pemerintah bisa dipulangkan adik saya," harap Rastati.

Terpisah, Kepala LTSA PMI Parepare Udin Palamma menegaskan pihaknya telah mendapatkan pengaduan terkait kondisi Raiwansyah. Pihaknya akan meneruskan aduan tersebut ke Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Makassar dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja.

"Menjadi tugasnya kami untuk memfasilitasi warga dengan berkoordinasi dengan pihak KBRI Phnom Penh Kamboja untuk membantu kepulangan Raiwansyah ini," pungkasnya.



Simak Video "JPU Bakal Hadirkan 7 Saksi Pelapor di Sidang Selanjutnya"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/hmw)