Kalimantan Barat

Fenomena dan Cerita Rakyat soal Pulau Bergerak di Danau Bagut Kapuas Hulu

Muhammad Budi Kurniawan - detikSulsel
Selasa, 02 Agu 2022 18:29 WIB
Pulau bergerak di Danau Bagut, Kapuas Hulu.
Foto: Dokumen Istimewa.
Kapuas Hulu -

Fenomena langka terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), dimana sebuah pulau dapat bergerak di danau. Warga sekitar menyebutnya dengan Pulau Begansar yang berarti Pulau Bergerak.

Lokasi Pulau Bergerak berada di Danau Bagut, Kecamatan Bunut Hilir, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Baru-baru ini fenomena Pulau Bergerak tersebut menghebohkan jagat maya, namun ternyata fenomena langka itu sudah terjadi sejak zaman dahulu.

"Sudah lama dari jaman dulu-dulunya pun sudah bergerak," ujar Camat Bunut Hilir, Sapril Ansyari saat dihubungi detikcom, Selasa (2/8/2022).


Sapril menjelaskan, bahwa di kalangan masyarakat setempat terdapat mitos dimana awal muasal Pulau Begansar dapat bergerak.

"Dari cerita atau legenda masyarakat jaman dulu, Pulau Begansar ditemukan oleh orang bernama Bagut, maka dari itu nama danau itu dinamakan Danau Bagut, karena dia yang pertama kali menemukan," terangnya.

Pak Bagut sendiri di danau tersebut beraktivitas bertani dan nelayan. Saat mencari ikan Pak Bagut tak sengaja menemukan sebuah Pulau yang bergerak.

Di pulau itu Pak Bagut menjadikannya sebuah tempat menaruh Bagan atau Pukat menyimpan ikan hasil tangkapan. Lantaran terus bergerak, Pak Bagut pun berinisiatif mengikat pulau tersebut menggunakan tujuh rotan.

"Karena sering bergerak, pulau itu diikat menggunakan rotan, agar tidak bergerak pak Bagut mengikat dengan 7 buah rotan, tapi ternyata 7 rotan itu tidak kuat menahan pulau itu," ujarnya.

Tak sampai di situ, Pak Bagut kemudian kembali mengikat pulau tersebut menggunakan rotan yang lebih banyak. Ada 99 kali dia mengikat pulau itu dengan rotan.

Namun nyatanya, meski telah diikat dengan 99 rotan, Pulau Begansar masih bisa bergerak, lantaran pohon kayu yang diikat 99 rotan itu patah tak kuat menahan pergeseran pulau.

"Kenapa diikat, karena kalau bergerak terus menerus mengganggu pak Bagut beraktivitas, tapi nyatanya biar diikat dengan 99 rotan tetap tidak bisa," ungkapnya.

Pak Bagut terus berjuang untuk mengikat pulau tersebut, hingga akhirnya pada suatu malam dia bermimpi bertemu penghuni Pulau Begansar, dan diperintahkan untuk mengikat pulau itu dengan akar pohon semar yang berada di atas pulau tersebut. Hal ini agar pulau tersebut tidak lagi bergerak di atas danau.

Tapi, penghuni pulau juga berpesan kepada Pak Bagut, jika pulau itu berhenti bergerak, maka imbalannya nyawa Pak Bagut.

"Di mimpi itu penghuni pulau ini berkata, kalau ingin membunuh saya, cukup diikat dengan akar semar yang ada di pohon, dengan syarat, kalau saya mati, bapak harus mati. Palau itu akhirnya tidak bergerak lagi, namun malamnya Pak Bagut yang juga mati," bebernya.

Cerita itu kini menjadi legenda yang yang diyakini warga di Danau Bagut. Dan saat ini ada 2 pulau yang bergerak di Danau Bagut.

Usai viral, Pulau Begansar saat ini dijadikan tempat wisata dan dikelola oleh BUMDES setempat dan menjadi cagar budaya yang dilindungi.

"Kita bersyukur sekali, karena sejak viral, kita dapat mempromosikan wilayah kita, dengan adanya pulau bergerak ini," sebutnya.

Lokasi Pulau Begansar sendiri terletak tak jauh dari akses jalan kabupaten, tepatnya terletak di pinggir jalan raya kabupaten Kapuas Hulu. Saat ini pemerintah daerah sedang memperbaiki akses jalan dari jalan raya menuju Danau Bagut.

"Sekarang sudah ada perusahaan mulai melirik, dengan membenahi akses jalan, Karena dari jalan raya sekitar 100 meter," katanya.

Ia pun berharap Pulau Begansar dapat dijadikan sebagai tempat wisata baru bagi masyarakat sekitar mampu luar pulau Kalimantan.

"Kami berharap agar ini bisa di kelola, agar menjadi tempat wisata masyarakat Indonesia," katanya.



Simak Video "9 Kecamatan di Kapuas Hulu Kalbar Masih Terendam Banjir"
[Gambas:Video 20detik]
(nvl/hmw)