Dinkes Sulsel Duga 4.266 Vaksin di Maros Kedaluwarsa gegara Vaksinasi Lamban

Tim detikSulsel - detikSulsel
Jumat, 15 Jul 2022 09:46 WIB
Hand in blue medical gloves holding a vaccine vial with Covid 19 Vaccine Booster text, for Coronavirus booster shot.
Foto: Getty Images/iStockphoto/SilverV
Makassar -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel menilai 4.266 dosis vaksin COVID-19 di Maros yang kedaluwarsa bukan karena keterlambatan pengiriman. Vaksin kedaluwarsa ini diduga karena laju vaksinasi rendah sehingga hanya tersimpan di gudang.

"Kondisi ini lebih banyak dikarenakan cakupan harian vaksinasi yang belum optimal. Sehingga vaksin masih tersisa di gudang provinsi dan kabupaten/kota," ungkap pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Sulsel Arman Bausat saat dihubungi detikSulsel, Kamis (14/7/2022).

Arman menyebut jarak Makassar dan Maros cukup dekat. Sehingga dia menilai tudingan Dinkes Maros ada keterlambatan pengiriman atau kendala distribusi. Hanya saja memang belum ada vaksin terbaru dari Kemenkes.


"Sehingga tersisa vaksin yang tersedia memang akan memasuki masa expired date. Kebutuhan vaksin kabupaten/kota termasuk kabupaten Maros tidak pernah ada kendala. Sesaat ada permintaan vaksin, saat itu pula kami siapkan kebutuhan vaksin," tuturnya.

Stok vaksin di Sulsel saat ini masih cukup banyak di gudang. Untuk yang sudah kedaluwarsa, pihaknya mengajukan izin ke Kemenkes agar ada perpanjangan batas waktu kedaluwarsa agar tetap bisa digunakan.

"Beberapa vaksin yang memasuki masa expired date telah dimintakan pertimbangan penambahan masa pakai ke Kemenkes," katanya.

Sesuai data yang dihimpun per 13 Juli 2024, stok vaksin COVID-19 di gudang Dinkes Sulsel saat ini sebanyak 530.386 dosis. Terdiri dari Sinovac 101.404, Moderna 70.044, Astrazeneca 10.290, Pfizer 204.258, Janssen 1.990, dan Covovax 142.400.

Sementara, Dinkes Maros juga menuding penyebab 4.266 dosis vaksin COVID-19 kedaluwarsa pengiriman yang terlambat dari pemerintah pusat. Sehingga saat tiba di daerah sudah hampir masuk batas waktu kedaluwarsa.

"Iya memang tidak terlambat mengirim tetapi cuman yang dia kirim hampir kedaluwarsa. Dan provinsi juga tidak salah karena dia baru juga dapat dari Pusat," kata Kepala Dinkes Kabupaten Maros Muhammad Yunus, Kamis (14/7).

Menurutnya, keterlambatan pengiriman vaksin ini harus jadi perhatian pemerintah pusat agar segera ditangani. Pemda hanya menerima kiriman vaksin.

"Jadi bolanya ada di pusat. Provinsi kadang juga terlambat cuman sampai di provinsi 1 bulan kedaluwarsa dikirim ke kabupaten," tambahnya.



Simak Video "9 Juta Dosis Vaksin Kedaluwarsa Akhir Mei, Ini Strategi Kemenkes"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/hmw)