Dinkes Sulsel Bantah Jadi Penyebab 4.266 Vaksin Kedaluwarsa di Maros

Fathul Khair - detikSulsel
Kamis, 14 Jul 2022 14:34 WIB
Ilustrasi vaksinasi
Foto: Fathul Rizkoh/detikcom
Makassar -

Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (Sulsel) membantah tudingan Pemkab Maros bahwa 4.266 dosis vaksin di Maros kedaluwarsa karena terlambat dikirim oleh pihaknya. Dinkes Sulsel menyebut ribuan dosis vaksin itu kedaluwarsa karena cakupan vaksinasi yang rendah.

"Kondisi ini lebih banyak dikarenakan cakupan harian vaksinasi yang belum optimal. Sehingga vaksin masih tersisa di gudang provinsi dan kabupaten/kota," ungkap pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Sulsel Arman Bausat saat dihubungi detikSulsel, Kamis (14/7/2022).

Arman menjawab tudingan Dinkes Maros soal Dinkes Sulsel mengirim vaksin menjelang masa pakainya yang hampir habis. Menurut Arman, pihaknya memang mengirim vaksin yang selama ini ada di gudang Dinkes Sulsel.


"Mengapa ada vaksin yang expired date (masa kedaluwarsa), dikarenakan penerimaan vaksin dengan expired date (baru) dari Kemenkes memang belum datang. Sehingga tersisa vaksin yang tersedia memang akan memasuki masa expired date," tambahnya.

Pihaknya juga menyebut tidak ada keterlambatan pengiriman vaksin ke Kabupaten Maros. Karena jaraknya yang dekat, pengiriman tidak akan memakan waktu lama.

"Jarak distribusi Makassar dan Maros sangat dekat. Sehingga tidak ada kendala soal distribusi," ungkapnya.

Selain itu, terkait distribusi vaksin sangat berkaitan dengan kebutuhan kabupaten/kota di Sulsel. Jika ada permintaan vaksin, pihaknya langsung segera mengirim.

"Kebutuhan vaksin kabupaten/kota termasuk kabupaten Maros tidak pernah ada kendala. Sesaat ada permintaan vaksin, saat itu pula kami siapkan kebutuhan vaksin," bebernya.

Dia juga mengungkapkan stok vaksin siap suntik di Sulsel memang masih sangat banyak. Saat ini pihaknya tengah mengajukan perpanjangan batas kedaluwarsa beberapa vaksin COVID-19 agar tetap bisa digunakan.

"Beberapa vaksin yang memasuki masa expired date telah dimintakan pertimbangan penambahan masa pakai ke Kemenkes," katanya.

Data yang diperoleh, per 13 Juli 2024, stok vaksin COVID-19 di gudang Dinkes Sulsel saat ini sebanyak 530.386 dosis. Terdiri dari Sinovac 101.404, Moderna 70.044, Astrazeneca 10.290, Pfizer 204.258, Janssen 1.990, dan Covovax 142.400.

Sebelumnya, Pemkab Maros menyebut menerima 4.266 dosis vaksin COVID-19 kedaluwarsa. Pemkab Maros menuding Pemprov Sulsel mengirim suplai vaksin menjelang masa pakainya hampir habis.

"Jadi vaksin yang kedaluwarsa di 4.266 dari 4 jenis ada Sinovac, ada Astrazaneca, ada Moderna, dan Covavax," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Maros Muhammad Yunus saat dikonfirmasi, Rabu (13/7).

Jenis vaksin yang kedaluwarsa itu yakni 1.036 dosis Coronavac, 2.150 dosis Astrazeneca, 300 dosis Moderna dan 780 dosis Covavax. Rata-rata vaksin-vaksin yang disebutkan di atas tanggal kedaluwarsanya masuk pada Juni lalu.



Simak Video "Penjelasan Kemenkes Terkait Dugaan 18 Juta Vaksin Kedaluwarsa"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/sar)