Aliansi Pemuda Baubau Desak Eks Bupati Busel Bercanda Bawa Bom Dipolisikan

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Senin, 27 Jun 2022 22:31 WIB
Ilustrasi pesawat dan bandara
Ilustrasi pesawat (Foto: AP II)
Baubau -

Aliansi pemuda di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggeruduk Bandara Betoambari siang tadi. Massa berjumlah 30 orang itu mendesak eks Bupati Buton Selatan (Busel) La Ode Arusani dipidanakan terkait candaan membawa bom di pesawat.

"Kami ingin bertemu dan berdiskusi dengan kepala bandara tapi sampai selesai, pihak bandara tidak terlihat, massa aksi memaksa masuk ke dalam bandara, tapi ditahan," kata Ketua Aliansi Pemuda Demokrasi Baubau Jasmin kepada detikcom, Senin (27/6/2022).

Jasmin menginginkan agar kasus candaan bom tersebut diproses di kepolisian sesuai UU Penerbangan. Jasmin mengatakan Arusani dapat dijerat dengan pidana terutama karena yang bersangkutan sudah masuk daftar hitam pihak maskapai.


"Sesuai UU Penerbangan dia patut dipidanakan karena melanggar, menyebarkan informasi palsu (soal bom)," bebernya.

Jasmin berjanji massa aksi akan mengawal kasus mantan Bupati Buton Selatan soal candaan membawa bom di pesawat hingga tuntas. Pihaknya juga sudah melayangkan laporan ke polisi soal kasus tersebut.

"Akan kita pressure terus sampai betul-betul diproses. Kita juga sudah buat laporan ke polisi," ungkapnya.

Terpisah, Kapolres Baubau AKBP Erwin Pratomo membenarkan adanya laporan tersebut. Erwin mengungkapkan dalam persoalan ini, seyogyanya pihak maskapai yang boleh melaporkan. Sebab, kejadiannya berada di dalam pesawat.

"Sekarang tergantung dari maskapai Wings (melapor atau tidak). Misalnya orang lain tidak bisa asal melapor ke polres, kita tidak berhak menangani," ujarnya.

Erwin mengatakan jika merujuk UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang penerbangan maka yang berhak melaporkan Arusani adalah pihak maskapai. Lebih lanjut Erwin mengatakan laporan pun harus dibuat melalui Dirjen Perhubungan Udara di bandara tersebut.

"Yang berhak melapor adalah pihak maskapai Wings Air," ungkapnya.

Seperti diketahui La Ode Arusani diturunkan dari pesawat yang akan menerbangkannya ke Makassar melalui Bandara Betoambari Baubau karena bercanda membawa bom di dalam tas saat memasuki pesawat pada Selasa (14/6). Arusani sempat digelandang ke polsek untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Arusani kemudian diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya. Salah satu poin dalam pernyataannya, Arusani dan pihak maskapai sepakat menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.

"Bahwa kami dari kedua belah pihak telah menyelesaikan perkara ini sesuai dengan mekanisme yang sudah disepakati oleh kami kedua belah pihak dan saya sebagai pihak pertama berjanji tidak akan mengulangi perbuatan saya, baik yang disengaja ataupun tidak disengaja," bunyi pernyataan yang disepakati kedua belah pihak.



Simak Video "Tradisi Pakande-kande, Budaya Menyambut Para Laskar Kesultanan Buton dari Medan Perang, Baubau"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)