DBD di Toraja Utara Tembus 159 Kasus, Stok Darah Kerap Habis

Rachmat Ariadi - detikSulsel
Senin, 27 Jun 2022 19:19 WIB
Mosquito sucking blood on a human hand
Ilustrasi DBD Toraja Utara tembus 159 kasus (Foto: thinkstock).
Toraja Utara -

Dinkes Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) melaporkan 159 kasus demam berdarah (DBD) di wilayahnya hingga Juni 2022. Kondisi tersebut berdampak terhadap stok darah yang kian menipis dan bahkan habis.

"Per 27 Juni sudah tembus 159 kasus paling banyak di bulan Juni (dengan tambahan) 61 kasus. Semoga besok tidak naik lagi," ujar Kadinkes Toraja Utara Elisabeth kepada detikSulsel, Senin (27/6/2022).

Elisabeth mengatakan kebutuhan darah setiap hari di wilayahnya meningkat menjadi 4 hingga 6 kantong. Pihaknya kemudian kerap kehabisan darah.


"Bukan lagi kurang tapi tidak ada. Biasanya nanti kami meminta orang terdekat atau posting-posting untuk melakukan donor baru ada tersedia," kata Elisabeth.

"Karena memang kami di Toraja Utara ini tidak ada tempat penyimpanan darah, jadi kita minta ke Kabupaten Tana Toraja biasa," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Toraja Utara Frederik Victor Palimbong mengutarakan Unit Transfusi Daerah (UTD) Toraja Utara sementara ini masih bergabung dengan UTD Tana Toraja di rumah sakit umum daerah (RSUD) Lakipadada. Ini membuat kurangnya stok darah di Toraja Utara.

"Iya UTD kita masih gabung. Makanya kami sedikit kesulitan yah. Tapi kita sudah rencanakan untuk pengadaan UTD tahun depan, karena gedung PMI sudah ada," jelas Frederik yang juga wakil bupati Toraja Utara ini.

Frederik mengatakan kantong darah yang tersedia di UTD Lakipadada berjumlah 33 kantong, dengan rincian 11 kantong darah golongan A, 7 kantong B, 13 kantong O, dan 2 kantong golongan darah AB.

"Data terakhir itu sisa 33 kantong darah di sana. Itu pun 21 kantong sudah di booking pasien," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus DBD Toraja Utara tembus 140 kasus pada pekan lalu kemudian bertambah menjadi 159 kasus pada awal pekan ini. Dua orang pasien di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Angka ini meningkat drastis dibanding 2021 yang lalu, dengan 46 kasus. Kurangnya kesadaran warga mengenai kebersihan lingkungan yang berada di sekitar rumah dan peralihan cuaca menjadi penyebab utama.

Saat ini Pemkab Toraja Utara juga sedang memaksimalkan untuk melakukan fogging massal di area pemukiman warga setiap harinya.



Simak Video "Kasus DBD di Tasikmalaya Meningkat Signifikan, 4 Orang Meninggal"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)