Air PDAM Palopo Mengalir Hanya Tengah Malam, Warga Sulit Mandi-Mencuci

Arzad - detikSulsel
Selasa, 21 Jun 2022 00:07 WIB
Setelah mengalami krisis selama 6 bulan, kondisi air bersih di Kampung Bandan RW 02, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara (Jakut) mulai normal (dok Palyja)
Ilustrasi air bersih. Foto: (dok Palyja)
Palopo -

Sejumlah warga mengeluhkan air PDAM Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang hanya mengalir tengah malam. Kondisi ini membuat warga kesulitan mandi hingga mencuci pakaian.

"Mengalir kalau tengah malam sampai subuh, biasa juga tidak mengalir," ujar Binti, warga di Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Palopo kepada detikSulsel, Senin (20/6/2022).

Akibat air yang jarang mengalir, Binti mengaku kerap nebeng ke indekos salah satu temannya. Itu dilakukan hanya untuk menumpang mandi dan mencuci pakaian.


"Kalau begitu kondisinya, biasa ke kos teman untuk mandi dan mencuci pakaian kotor, apa lagi kalau musim hujan biasa airnya tidak mengalir," katanya.

Hal serupa juga dikeluhkan Ika, warga di Kelurahan Purangi, Kecamatan Sendana, Palopo. Dia mengaku sering kesulitan mendapatkan sumber air bersih akibat air PDAM kurang lancar.

"Biasanya sekali sehari itu jalan ji airnya, itu pun malam baru biasa mengalir. Kalau air begitu, biasa tidak mencuci dan kalau mandi biasa ke tetangga kalau sudah tidak tahan cuaca panas," ucap Ika.

Menanggapi permasalahan itu, Direktur Operasional PDAM Palopo Hamid mengakui memang ada kendala dalam penyaluran air bersih ke rumah-rumah warga. Persoalan utamanya karena sumber air yang bermasalah.

"Kendala yang kita alami saat sekarang ini dari lima sumber yang ada. Lima sumber ini semua bermasalah kalau musim hujan," kata Hamid kepada detikSulsel, Senin (20/6).

Hamid mengungkapkan permasalahan tersebut diakibatkan karena air yang keruh pada saat musim hujan. Kondisi ini bahkan disebut sudah berlangsung selama 5 tahun terakhir.

"Dulu itu cuma keruh saja. Sudah hampir lima tahun belakangan ini sudah bercampur lumpur," katanya.

Lebih lanjut, Hamid mengatakan kondisi air yang keruh dilatarbelakangi oleh faktor hujan yang melanda sejumlah wilayah di Kota Palopo belakangan ini.

"Musim hujan. Kenapa dia begitu karena daerah kawasan itu hulunya itu rusak, dari dulu itu. Kalau itu berlumpur, ada ambang batas yang bisa kita kelola," jelasnya.

"Tapi kalau tidak bisa, kita biarkan dulu mengendap nanti kalau sudah bisa diolah baru kita kelola," sambungnya.

Selain hujan, kondisi grafitasi juga menjadi salah satu faktor penyebab air susah mengalir di beberapa wilayah di Kota Palopo.

"Karena di Palopo ini sistemnya grafitasi, jadi yang dirasakan masyarakat terutama pada saat musim hujan. Kalau normal aman ji," tambahnya.

Pihaknya juga mengaku berupaya untuk memaksimalkan pelayanan ke masyarakat. Sekalipun masih sering mendapat komplain dari masyarakat.

"Kalau terjadi grafitasi seperti tadi, kita olah. Baru mau mengalir di kerannya orang atau bak mandinya pelanggan, terganggu lagi dari sumber. Istilahnya dia ini terputus-putus ki," imbuhnya.

Kondisi listrik yang biasa padam dan saluran pipa yang tidak mencukupi, juga menjadi salah satu faktor penyebab pelayanan PDAM tidak berjalan maksimal.

"Air kurang lancar di beberapa titik termasuk juga karena padam lampu. Kalau pas padam lampu kita tidak bisa berbuat apa," terangnya.

Hamid pun menyarankan masyarakat untuk menyiapkan penampungan air. Sehingga bisa berjaga-jaga jika kondisi penyaluran air bersih kembali bermasalah.

"Bagusnya kita saling membantu dengan menyiapkan penampungan air besar. Jadi kalau air tidak mengalir ada cadangan yang disiapkan masyarakat," pungkasnya.



Simak Video "Kampus Unanda Palopo Diserang Warga Buntut Demo Tewaskan Satpam"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/nvl)