Sulawesi Barat

15.320 Warga Sulbar Mengungsi Pascagempa M 5,8, Sempat Kesulitan Makanan

Tim detikSulsel - detikSulsel
Jumat, 10 Jun 2022 05:30 WIB
Warga bertahan di pengungsian usai gempa Mamuju, Sulbar.
Foto: Warga bertahan di pengungsian usai gempa Mamuju, Sulbar. (Abdy Febriady/detikcom)
Mamuju -

Sebanyak 15.320 warga Sulawesi Barat (Sulbar) mengungsi di Kabupaten Mamuju dan Manjene pascagempa bumi magnitudo (M) 5,8 mengguncang. Para pengungsi sempat mengeluhkan kesulitan makanan.

Hingga pagi ini, tercatat ada 7.670 jiwa mengungsi di Kabupaten Mamuju. Titik pengungsian tersebar di tiga lokasi, yakni di Stadion Mamuju, Kantor Bupati Mamuju, dan Kantor TVRI Sulawesi Barat di Mamuju.

Sedangkan di Kabupaten Majene, total pengungsi sementara sebanyak 7.650 jiwa. Warga mendirikan tenda darurat menggunakan terpal di beberapa titik tak jauh dari permukiman mereka, di pelataran Masjid Deking dan SMK Kota Tinggi.


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, sejauh ini ada 17 warga yang terluka akibat gempa tersebut. Dua orang di antaranya merupakan wanita hamil dan mengalami keguguran.

"Dampak terjadi gempa tidak terlalu signifikan, alhamdulillah tidak ada masyarakat yang meninggal dunia, ada 17 orang yang luka-luka," kata Suharyanto saat mengunjungi pengungsi di Stadion Manakarra Mamuju, Kamis (9/6/2022).

Menurutnya, keselamatan warga adalah hal utama dalam bencana gempa bumi ini. Makanya, ia mengaku akan terus melakukan pendataan terutama terhadap warga yang dirawat.

"Kemudian masyarakat yang mengungsi diyakinkan kebutuhan dasarnya terpenuhi," beber Suharyanto.

Sementara itu, sejauh ini Suharyanto juga menyebut ada 70 rumah yang terlapor rusak akibat gempa. Rumah rusak itu akan mendapat bantuan rehabilitasi dengan jumlah bantuan disesuaikan tingkat kerusakan.

"Setelah tanggap darurat selesai, dalam tanggap darurat itu dilaksanakan pendataan rumah yang rusak, apakah 70 atau lebih, termasuk infrastruktur yang lain. Mudah-mudahan setelah tanggap darurat selesai, mudah-mudahan cepat dilaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi," imbuh Suharyanto.

"Nanti rumah ini diperbaiki pemerintah, dilihat kategorinya, rusak berat akan mendapat bantuan dana Rp 50 juta. Rusak sedang dan rusak ringan kami akan koordinasi dengan bapak Gubernur," sambungnya.

Pengungsi Keluhkan Sulit Dapat Makanan

Pengungsi gempa sempat mengeluhkan bantuan makanan yang terbatas. Seorang pengungsi bahkan mengaku terpaksa memakan nasi sisa karena belum ada bantuan makanan.

"Belum dapat makanan, katanya sudah habis, tadi katanya balita diutamakan, kita mau cari sendiri tapi tidak ada kompor," ujar Ramliah, yang mengungsi di Stadion Manakarra Mamuju kepada wartawan, Kamis (9/6).

Dia mengaku belum ingin pulang ke rumah lantaran trauma dan gempa susulan. Sehingga, ia memilih bertahan di lokasi pengungsian walau harus dengan kondisi seadanya.

"Belum mau pulang, mungkin satu dua (atau) tiga hari bertahan di sini," ungkapnya.

Pengungsi lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. Amaliah mengaku belum mendapat bantuan makanan sejak mendatangi lokasi pengungsian ini pada Rabu (8/6).

"Belum pernah dapat bantuan, makanan pun belum dapat," tuturnya lirih.

Amaliah mengaku sempat terpaksa sarapan menggunakan nasi sisa yang diperoleh suaminya dari tempat lain. Ia mengaku sangat berharap bantuan makanan lantaran belum berani pulang ke rumah.

"Sudah sarapan pakai sisa nasi tadi malam yang diambil di warung," kata Amaliah.

Bupati Mamuju Harap Pengungsi Bersabar

Bupati Mamuju Sutinah Suhardi mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk bergerak cepat memenuhi kebutuhan warganya di pengungsian. Maka dari itu, ia meminta para pengungsi untuk bersabar.

"Memang ini kita bergerak cepat, belum sepenuhnya bisa kita penuhi. Mudah-mudahan hari ini sudah bisa normal. Kita siapkan sarapan, makan siang, dan makan malam," ujar Sutinah kepada saat memantau pengungsi di Stadion Manakarra Mamuju, Kamis (9/6).

Dia mengaku beberapa titik pengungsian telah dilengkapi dapur umum. Dapur umum ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga.

"Untuk saat ini dapur umum yang siap sekarang, ada dua titik yah, ada di stadion ini karena memang pengungsinya paling banyak dan jalur dua, ini kolaborasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi maupun teman-teman TNI-Polri," pungkas Sutinah.



Simak Video "Trauma dan Takut Gempa Susulan, Ribuan Warga Mamuju Ngungsi"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/nvl)