Dinkes Sulsel Umumkan 3 Pasien Suspek Tak Terpapar Hepatitis Misterius

Darmawanti Adellia Adipradana - detikSulsel
Rabu, 08 Jun 2022 03:44 WIB
HEPATITIS written on a wooden block near a stethoscope, syringe and pills on a blue background. Medical concept
Ilustrasi hepatitis. Foto: Getty Images/iStockphoto/ALENA DZIHILEVICH
Makassar -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengumumkan hasil pemeriksaan sampel tiga pasien suspek hepatitis misterius yang dirawat di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo (RSWS), Makassar sudah keluar. Tiga pasien suspek dipastikan negatif atau tidak terpapar hepatitis misterius.

"Sudah ada hasilnya yang dari Jakarta, yang adenovirus itu toh, hasilnya negatif, tidak ada bukan unknown (hepatitis misterius), negatif, jadi maksudnya unknown itu tidak ada," ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel Bachtiar Baso, Selasa (7/6/2020).

Ketiga pasien diketahui melakukan tes hepatitis A, B, C, D, dan E namun hasilnya negatif. Sampelnya kemudian dikirim ke Laboratorium Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta untuk melakukan tes rubella dan adenovirus.


Dari hasil pemeriksaan, sampel ketiganya dinyatakan negatif adenoviirus. Namun ketiga pasien dicurigai mengidap rubella.

"Ada kecenderungan pasien ini, anak-anak ini mengarah ke rubella," paparnya.

Bachtiar mengatakan, ketiganya akan kembali menjalani pemeriksaan bakteri untuk melihat mikroorganisme yang ada dalam tubuhnya. Bila hasilnya negatif, maka dapat dipastikan Sulsel aman dari hepatitis misterius.

"Mudah-mudahan pemeriksaan berikutnya bakteri, negatif juga (hasilnya) berarti sudah selesai mi, aman," jelasnya.

Meski begitu, Bachtiar tetap waspada akan kehadiran virus hepatitis misterius di Sulsel. Dia menginstruksikan seluruh Dinkes Kabupaten/Kota untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Jika ada gejala-gejala yang mengarah ke hepatitis unknown segera memberi tahu kami, segera membawa ke Makassar," pintanya.

Selain itu, pihaknya meminta kepada Laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan di Sulsel untuk menjadi laboratorium pengampuh. Kedua laboratorium diharapkan bakal mempercepat hasil tes pasien yang memiliki gejala hepatitis akut.

"Kalau mereka tidak bisa (mendeteksi virus hepatitis Mmsterius) itu baru kita kirim ke Jakarta," tuturnya.



Simak Video "Dua Dugaan Penyebab Hepatitis Akut Misterius"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/tau)