Dinkes Sulsel Waswas Tunggu Hasil Lab Pasien Suspek Hepatitis Misterius

Darmawanti Adellia Adipradana - detikSulsel
Senin, 23 Mei 2022 17:47 WIB
HEPATITIS written on a wooden block near a stethoscope, syringe and pills on a blue background. Medical concept
Foto: Dinkes Sulsel menanti hasil lab pasien suspek hepatitis misterius di Makassar. (Ilustrasi/Getty Images/iStockphoto/ALENA DZIHILEVICH)
Makassar -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Selatan (Sulsel) waswas menanti hasil tes laboratorium pasien suspek hepatitis misterius asal Sulawesi Barat (Sulbar) yang dirawat di Kota Makassar. Hasil pemeriksaan sampel yang sebelumnya dikirim ke Jakarta akan keluar besok.

"Kalau terkonfirmasi (hepatitis misterius) betul, berarti kita harus waspada. Karena ini (pasien) bukan dari Makassar, bukan dari Sulawesi Selatan, (tetapi) dari Sulbar, Polewali Mandar," ucap Kepala Dinkes Sulsel Bachtiar Baso saat dikonfirmasi, Senin (23/5/2022).

Dia mengaku sudah mengimbau untuk memperketat pengawasan di kabupaten di Sulsel yang berbatasan dengan berbatasan langsung dengan Polewali Mandar (Polman). Kabupaten Pinrang, salah satu daerah yang jadi atensi mewaspadai risiko penularan hepatitis misterius.


"Daerah perbatasan seperti Pinrang sudah harus waspada. Dan memang kita sudah sampaikan pada kepala dinas kesehatan kabupaten untuk waspada terhadap ini, karena penularannya bisa lewat mulut, makanan, dan seterusnya," paparnya.

Kendati begitu, Bachtiar berkomitmen memastikan perawatan pada pasien asal Sulbar hingga sembuh. Bahkan pihaknya tak segan merujuk pasien ke Jakarta untuk jalani perawatan lebih lanjut jika melihat fasilitas kesehatan di Makassar belum cukup memadai.

"Tetap kita rawat di sini. Kalau mau lagi rawat lebih bagus, kita kirim ke Jakarta kalau dianggap perawatan di sini belum maksimal," terang dia.

Dia tidak ingin ada korban jiwa seperti di kasus DKI Jakarta gegara penularan penyakit hepatitis misterius di Sulsel. Diketahui, tiga anak terkonfirmasi hepatitis misterius meninggal dunia di DKI Jakarta yang merupakan kasus pertama di Indonesia.

"Jadi, kita berharap seperti itu. Jangan seperti Jakarta, ada tiga meninggal," tegas Bachtiar.

Sementara dokter spesialis gastroenterologi Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo (RSWS) Makassar, dr Nu'man AS Daud mengaku hasil pemeriksaan sampel pasien suspek hepatitis misterius akan dikoordinasikan di laboratorium Jakarta. Jika sudah ada hasil, pihak RS akan mengumumkan hasilnya.

"Belum ada (hasil lab). Jadi besok saya rapat koordinasi tentang hasil dari Jakarta," ucap dr Nu'man AS Daud saat dikonfirmasi oleh detikSulsel, Senin (23/5).

Dia mengungkapkan, keadaan pasien suspek hepatitis misterius yang dirawat kondisinya semakin membaik. Pasien anak berusia 9 tahun asal Polman, Sulbar dicurigai mengidap hepatitis misterius.

"(Kondisi pasien) makin baik," ujar dr Nu'man.

Sebelumnya, pasien asal Sulbar tersebut dicurigai mengidap hepatitis misterius. Pasien tersebut memiliki salah satu gejala penyakit menular akut itu, yakni mata kuning. Kini tengah dirawat di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo (RSWS) Makassar.

"Ini ada (gejala mata kuning) cuma belum sesuai masuk dengan kriteria apa yang katakan hepatitis B, atau yang katakan serius, tidak begitu. Sementara dilacak penyebabnya," ucap Spesialis Anak RSWS Makassar, dr Setia Budi kepada detikSulsel, Jumat (13/5).

Rumah sakit masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pasien anak tersebut. Pasien itu diketahui telah dirawat sejak hari Minggu (8/5).

"Memang masih anak-anak umur 9 tahun. Sejak hari Minggu (dirawat)," sebut dia.

Dari hasil diagnosis yang didapatkan sejak dirawat, pasien terkonfirmasi mengidap tifus dan rubella. Namun, pihaknya masih akan melakukan beberapa tes untuk mendapatkan hasil yang meyakinkan.

"Ada tifus (demam tifoid) ada rubella tapi masih dilakukan tes dengan peralatan canggih betulkah rubella, betulkah tifus (demam tifoid)," ungkap Budi.



Simak Video "Dua Dugaan Penyebab Hepatitis Akut Misterius"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/nvl)