dr Lois Owien Meninggal di Tarakan Kaltara Usai Dirawat di RS

Kalimantan Utara

dr Lois Owien Meninggal di Tarakan Kaltara Usai Dirawat di RS

Muhammad Budi Kurniawan - detikSulsel
Senin, 06 Jun 2022 18:26 WIB
dr Lois Owien selesai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya langsung dibawa ke Bareskrim Polsi, Senin (12/7/2021) malam.
Foto: dr Lois Owien (Yogi Ernes/detikcom)
Tarakan -

Kabar duka datang dari dr Lois Owien. Sosok yang pernah menuai sorotan karena pernyataan kontroversial 'tidak percaya COVID' itu meninggal dunia. Kabar dr Lois meninggal turut dibenarkan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalimantan Utara (Kaltara).

"Iya (dr Lois meninggal). Saya baru tahu tadi," ujar Anggota IDI Kaltara dr Nugroho kepada detikcom.

Lois meninggal dunia di kampung halamannya di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) hari ini. Nugroho mengatakan dr Lois selama ini memang sakit, namun dia tak bisa menjelaskan lebih lanjut terkait penyakit itu.


"Sakit, beliau sakit. Nah sejak kapan nggak tahu," katanya.

Nugroho menambahkan dr Lois selama ini dirawat di rumah sakit di Kota Tarakan. Alasan dr Lois dirawat di Tarakan karena sejumlah keluarganya berada di sana.

"Sempat dirawat di rumah sakit di Tarakan. Dokter Lois kan orang Jakarta, cuma kampungnya saja di Tarakan, tapi keluarga ada di sini," katanya.

Kontroversi dr Lois

Untuk diketahui, dr Lois pernah mengeluarkan pernyataan kontroversi'tidak percaya COVID' pada pertengahan 2021 lalu. Pernyataan itu lantas viral di media sosial membuat heboh publik.

Pernyataan dr Lois diungkapkan dalam talk show yang dibawakan oleh pengacara kondang Hotman Paris, yang mana sang dokter secara terang-terangan menyatakan tidak mempercayai adanya virus Corona.

Dalam acara Hotman Paris Show yang disiarkan pada 8 Juli 2021, dokter Lois diundang sebagai bintang tamu. Hotman Paris dalam acara itu kemudian mempertanyakan alasan dr Lois tidak percaya Corona. Selama acara tersebut, beberapa kali Hotman mendebat dan memotong pembicaraan dari Lois.

Lois kemudian berargumen kasus meninggalnya pasien ada di rumah sakit. Menurutnya, pasien yang meninggal bukan murni karena virus Corona, melainkan karena interaksi antarobat yang diterima si pasien.

"Interaksi antarobat. Interaksi antarobat. Jadi gini, makanya, kenapa katanya virus ini kalau menginfeksi pada orang komorbid akan parah...," kata Lois.

"Pak, kalau misal buka data di rumah sakit, itu pemberian obat itu lebih dari enam macam," demikian salah satu pernyataan dr Lois dalam talk show tersebut.

Polisi mengambil tindakan setelah dr Lois membuat pernyataan kontroversial tersebut. Dokter Lois ditangkap pada Minggu (11/7) di sebuah apartemen di Jakarta Selatan. Namun, akhirnya dr Lois tak jadi ditahan setelah berjanji tak mengulangi perbuatannya lagi.

dr Lois Minta Maaf

Selain tak jadi ditahan, dr Lois juga sempat meminta maaf karena pernyataannya itu telah membuat kegaduhan.

"Saya mohon maaf atas pernyataan saya, karena pernyataan saya itu sudah membuat kericuhan," ujar dr Lois saat dihubungi detikcom via telepon, Selasa (13/7/2021).

detikcom kemudian sempat bertanya lebih lanjut mengenai apakah dr Lois akan menarik atau mengubah pernyataannya soal virus corona yang membuatnya jadi tersangka di Bareskrim. dr Lois saat itu belum mau menanggapi soal hal tersebut.

"Soal yang itu nanti saja. Nanti lebih lanjutnya nanti. Yang jelas karena pernyataan saya itu kan, membuat kegaduhan. Saya minta maaf," tutur dr Lois.



Simak Video "Ancaman 10 Tahun Penjara untuk dr Lois yang Jadi Tersangka"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)