Isyarat 10 Ketua DPC Demokrat Sulsel Ikut IAS Gabung Golkar

Fathul Khair - detikSulsel
Rabu, 01 Jun 2022 08:20 WIB
Logo Partai Demokrat.
Foto: Istimewa
Makassar -

Sebanyak 10 Ketua DPC Partai Demokrat di Sulsel memberi isyarat akan meninggalkan Demokrat. Mereka akan mengikuti jejak Ilham Arief Sirajuddin (IAS) yang memutuskan bergabung ke Golkar.

Mereka yang dikabarkan akan ikut pindah, yakni Ketua DPC Demokrat Pinrang sekaligus Bupati Pinrang Irwan Hamid, Ketua DPC Demokrat Maros Amirullah Nur, Ketua DPC Demokrat Wajo Rahman Rahim, Ketua DPC Demokrat Barru Irmawaty Syahrir, Ketua DPC Demokrat Bulukumba H Murniaty.

Selain itu, Ketua DPC Demokrat Bantaeng Muh Arasy, Ketua DPC Demokrat Luwu Utara Ansar Akib, Ketua DPC Demokrat Toraja Utara Hatsen Bangri, Ketua DPC Demokrat Sinjai Muh Nasyit Umar, dan Ketua DPC Demokrat Takalar Japri Y Timbo.


Ke-10 Ketua DPC Demokrat itu merupakan deretan pendukung IAS di Musda Demokrat Sulsel pada Desember 2021 lalu.

Sinyal kuat bahwa mereka bakal tinggalkan Demokrat karena 10 Ketua DPC ini kompak tidak menghadiri pelantikan Ni'matullah dan pengurus DPD Demokrat Sulsel di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, Sabtu (28/5).

"Hampir semua (DPC Demokrat) yang tidak ikut pelantikan, akan mengikuti jejak IAS. Ada 10 (DPC) tidak hadir (pelantikan)," ungkap Amirullah Nur Saenong kepada detikSulsel, Selasa (31/5).

Amirullah menyebut, para ketua DPC Demokrat itu akan berlabuh ke Partai Golkar Sulsel sebab melihat IAS yang disambut dengan baik. Termasuk dirinya, yang juga tidak lama lagi bakal mencopot seragam Partai Demokrat.

"Bahwa kelihatannya Pak IAS nyaman di Golkar. Kalau IAS nyaman di Golkar, saya aminkan di situ," tambah Amir.

IAS Pastikan Loyalisnya Ikut ke Golkar

Ilham Arief Sirajuddin (IAS) terang-terangan menyampaikan bakal membawa loyalisnya ikut pindah ke Golkar. Hal itu dia sampaikan, sesaat setelah resmi dikukuhkan sebagai kader Golkar oleh Waketum DPP Golkar, Nurdin Halid (NH) di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Minggu (30/5).

"Sudah ada 2, 3 orang sudah pasti menyatakan diri pasti ikut menjadi kader Golkar," ujar IAS.

Namun IAS tidak memaksakan kehendak agar mereka ikut pindah dari Demokrat. Semuanya kembali pada diri masing-masing kader.

"Itukan hak politik seseorang," tambah mantan Wali Kota Makassar 2 periode ini.

Namun tidak bisa dipungkiri kata IAS, seorang kader tidak lagi betah di partai yang menaunginya, kemungkinan akan mencari parpol yang bisa membuatnya nyaman.

"Saya selalu mengatakan, dalam dinamika politik itu, perasaan bisa terbawa. Artinya kalau kita nyaman, pasti akan bertahan. Tapi ketika ada sesuatu yang tidak nyaman, kan banyak pilihan," tutup IAS.

IAS Kecewa Keputusan DPP Demokrat

Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mengaku kecewa karena Tim 3 DPP Demokrat yang dipimpin Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lebih memilih Ni'matullah sebagai Ketua DPD Demokrat Sulsel. Padahal di Musda Demokrat Sulsel, IAS mengaku mendapat dukungan mayoritas DPC.

Saat pelaksanaan Musda Demokrat Sulsel, IAS mendapat 16 dukungan DPC. Sementara Ulla, sapaan akrab Ni'matullah, hanya mendapat dukungan 8 DPC. Selain itu, mayoritas peserta Musda juga menolak Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Ulla.

"Saya memahami aturan tentang ketua terpilih pada akhirnya ditentukan oleh tim 3. Tapi penjelasan rasional mengapa saya ditolak oleh tim 3 DPP, sampai saat ini tidak pernah saya dapatkan dengan sempurna," ungkap IAS lewat surat yang ditujukan kepada Ketua Majelis Tinggi Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

IAS mengaku usahanya untuk menang di Musda Demokrat Sulsel menjadi sia-sia. Ini lantaran keputusan akhir DPP Demokrat lebih memilih Ulla.

"Sesungguhnya saya seperti pejuang yang dipaksa menelan ludah sendiri. Ibarat bertarung membawa sekeranjang air," tambah IAS lagi.

Karena alasan itu, IAS mengaku keberadaannya di partai sudah tidak diinginkan lagi oleh elite DPP Demokrat di Jakarta. Apalagi setelah keputusan penunjukan Ni'matullah, IAS melihat tidak ada upaya rekonsiliasi di segala tingkatan partai di Sulsel.

"Saya tidak bisa membayangkan, jika harus tetap berada satu organisasi, di mana para petingginya di pusat (DPP Demokrat), saya pahami sudah tidak menginginkan saya," beber IAS.

DPP Demokrat Tidak Bisa Halangi Kader Pindah Partai

Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat, Andi Arief mengaku sulit untuk menahan IAS dan loyalisnya yang ingin pindah partai. Karena hal itu dianggap Andi sebagai keputusan pribadi seorang kader.

"Tentu kalau ada orang per orang yang punya kehendak untuk pindah (partai), ya kita tidak bisa untuk menghalang-halanginya," kata Andi Arief.

Kepala BP OKK Demokrat, Herman Khaeron menegaskan DPP menghargai keputusan IAS untuk meninggalkan Demokrat. Namun sebenarnya Partai Demokrat masih membutuhkan politisi senior itu.

"Kepindahan pak IAS merupakan hak pribadinya, meski kami menyayangkan karena kami juga memberikan ruang dan jabatan lain di Partai Demokrat," jelasnya.

AHY Minta Ulla Rangkul Loyalis IAS

Ketum DPP Partai Demokra Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta Ni'matullah merangkul 16 DPC yang menjadi pendukung IAS pada Musda Demokrat Sulsel. Bukan hanya itu, tapi juga kepada seluruh kader partai di semua tingkatan.

"Ulla (Ni'matullah) mendapatkan penugasan untuk merangkul terhadap para pendukung yang kemarin mendukung Pak IAS," ungkap Kepala BP OKK DPP Demokrat, Herman Khaeron setelah pelantikan pengurus DPD Demokrat Sulsel, di hotel Four Points by Sheraton, Sabtu (28/5).

Namun sejauh ini, Herman tidak melihat ada perpecahan di tubuh partai Demokrat Sulsel pascamusda. Semuanya masih solid dan ikut pada keputusan DPP Partai Demokrat terkait hasil Musda.

"Sampai sekarang saya kira hampir semua DPC mendukung kepemimpinan Pak Ulla. Artinya seluruh DPC yang ada ini, mengikuti atau patuh terhadap keputusan DPP," tambahnya.

Tidak kalah pentingnya, Herman berpesan agar kader Demokrat Sulsel kembali bisa menjalankan roda organisasi di bawah komando Ni'matullah. Dan melupakan polemik yang terjadi pada Musda Demokrat yang telah berlalu.

"Tentu tidak ada yang sempurna dengan kekurangan dan kelebihannya. Mudah-mudahan Pak Ulla bisa segera untuk menjalankan mesin partai dengan baik, merangkul seluruh elemen partai," pungkas Herman.

Target Menang Pemilu, DPP Butuh Kader Demokrat Sulsel

Kepala BPOKK DPP Partai Demokrat Herman Khaeron berharap kader di Sulsel tidak ada yang keluar menyusul IAS pindah ke Golkar. Sebab partainya punya target besar untuk menang Pemilu 2024.

"Kader adalah aset partai yang paling utama. Saya harap para ketua DPC tetap bersama di partai Demokrat untuk memenangkan Pemilu 2024," ujarnya.

Makanya Herman menekankan, agar Ketua Demokrat Sulsel, Ni'matullah segera menggelar konsolidasi partai di tingkat kabupaten/kota. Sebab dia meyakini, para ketua DPC itu tidak akan meninggalkan Demokrat.

"Tapi kami yakin para ketua DPC (Demokrat di Sulsel) tetap bersama partai Demokrat," pungkas Herman.



Simak Video "KIB Kompak Daftar ke KPU, AHY: Yang Lebih Penting Bukan Hanya Simbolisasi"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/asm)