Sulawesi Utara

Asa dan Perjuangan Siswi Berprestasi Asal Bitung untuk Kuliah di FK Unsrat

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 31 Mei 2022 08:35 WIB
Marselinda Morensia Mulalinda, siswa yang lulus di Fakultas Kedokteran, Unsrat melalui SNMPTN tapi ekonomi orang tua tidak mampu (detikcom/Trisno Mais)
Foto: Marselinda Morensia Mulalinda, siswa yang lulus di Fakultas Kedokteran, Unsrat melalui SNMPTN tapi ekonomi orang tua tidak mampu (detikcom/Trisno Mais)
Bitung -

Gadis asal Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), Marselinda Morensia Mulalinda terus menjaga asa untuk kuliah di Fakultas Kedokteran (FK) Unsrat Manado usai lulus melalui jalur SNMPTN. Marselinda yang merupakan siswi berprestasi itu tengah berjuang mendapatkan beasiswa karena orang tuanya tidak memiliki biaya.

Kisah Marselinda alias Moren berawal saat ia curhat di media sosialnya bahwa ia tidak memberi tahu orang tuanya mendaftar di FK Unsrat melalui SNMPTN. Belakangan Moren dinyatakan lulus namun kedua orang tuanya yang berstatus kurang mampu tidak mampu membayar uang kuliah tunggal (UKT) Rp 14 juta.

Moren akhirnya melakukan sejumlah cara, berjuang menjaga asa kuliah di FK Unsrat dan ia hanya memiliki waktu 10 hari. Moren memulai perjuangannya dengan menemui pihak Dinas Pendidikan Kota Bitung namun dia diminta menemui langsung Wali Kota Bitung Maurits Mantiri.


"Pertama kan ke Kepala Dinas Pendidikan, tapi Kadis bilang pigi (pergi) ke Wali Kota," ujarnya.

Moren mengaku kesulitan menemui Wali Kota Maurits saat itu. Terutama dia hanya orang biasa yang tidak mengetahui cara mengatur janji dengan Wali Kota.

"Sedangkan jadwal Wali Kota itu padat, sedangkan torang (kami) sebagai warga biasa itu susah sekali mo baku dapat kak (sulit bertemu dengan Wali Kota)," kata Moren.

Kendati demikian, Moren enggan patah semangat. Dia terus berusaha mencari cara hingga dengan cara mem-posting kondisinya di media sosial.

"Jadi banyak yang saran coba posting di sosmed. Jadi ada ikut saran," katanya.

Rupanya curahan hati Moren di media sosialnya viral. Banyak yang mendukung namun tidak sedikit pula yang menuding Moren telah mengemis namun dia enggan mengambil hati tudingan itu.

"Ada yang telepon langsung kenapa posting begitu, mengemis. Ada juga yang bilang sudah tahu susah kenapa mau jadi dokter. Tapi tidak buat Moren patah semangat. Tetap mau maju," katanya.

Kini usaha Moren mulai membuahkan hasil. Sejumlah pihak diklaim berusaha membantu kondisi gadis berprestasi itu.

"Banyak sekali, ada dari Provinsi, Pemerintah Kota, dari pejabat-pejabat. Itu banyak. Moren berterima kasih atas dukungan, support," katanya.

Ayah Moren Sempat Cari Pinjaman Rp 14 Juta

Ayah Moren, Marthen Mulalinda yang awalnya tak diberitahu putrinya mendaftar dan lulus di FK Unsrat turut berusaha cari jalan keluar. Marthen rela mencari pinjaman Rp 14 juta demi putrinya.

"Keluarga cari uang untuk bayar (UKT) 1 semester punya Rp 14 juta. Dapat baru sedikit," kata Marthen kepada detikcom, Senin (30/5).

Marthen sebenarnya telah meminta kepada putrinya untuk mendaftar PNS dan tidak perlu lanjut kuliah. Hanya saja tekad Moren kuliah Kedokteran telanjur bulat.

"Dulu itu saya mau dia ikut PNS, kan itu SMA juga bisa. Sampai SMA cukup, karena biaya," ujar Marthen.

Dia mengenang putrinya tersebut sempat menangis mengetahui dirinya bakal gagal kuliah karena faktor biaya. Pasalnya hingga saat ini Marthen belum mendapat pinjaman.

Kemudian tiba-tiba Marthen menerima kabar kisah putrinya viral di media sosial.

"Waktu itu sebelum dia buat ke Facebook, saya sudah mencari pinjaman uang. Tapi mereka (calon pemberi pinjaman) bilang tunggu dulu, nanti tanggal muda pas gajian," kenang Marthen.

"Moren menangis dalam kamar. Tiba-tiba dengar dia sudah posting di FB, ternyata terjadi seperti ini," lanjut dia.

Tekad Marselinda Kuliah Kedokteran

Marselinda memang sangat ingin kuliah di Fakultas Kedokteran (FK) Unsrat, Manado. Baginya masa depan jurusan Kedokteran menjanjikan.

"Pertama kedokteran kan menjanjikan, karena banyak sangat dibutuhkan di Indonesia maupun dunia," katanya.

Siswi berprestasi itu mengakui selama ini banyak sarjana pengangguran. Untuk itulah dia berharap bisa mengenyam pendidikan dokter.

"Jadi memang nekat sekali mau masuk dokter. Soalnya banyak yang sekolah tinggi-tinggi tapi pengangguran dan lain sebagainya," katanya.



Simak Video "Viral Aksi Wisudawan Unsrat Manado Ungkap Banyak Pungli di Kampus"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)