Menhub Tinjau Progres KA Makassar-Parepare, Dorong Potensi Wisata

Andi Nur Isman - detikSulsel
Sabtu, 28 Mei 2022 09:33 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi meninjau progres proyek kereta api Makassar-Parepare melalui udara.
Menhub Budi Karya Sumadi meninjau progres proyek kereta api Makassar-Parepare dari udara. (Foto: Andi Nur Isman/detikSulsel)
Makassar -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau progres pembangunan rel Kereta Api (KA) Makassar-Parepare di Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui udara. Budi memuji indahnya potensi wisata di sepanjang jalur rel kereta api sehingga pengoperasian kereta api nanti bisa dimanfaatkan untuk koneksi ke destinasi wisata.

Peninjauan tersebut dimulai dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Kota Makassar menggunakan helikopter, Sabtu (28/5/2022), pukul 07.35 Wita. Kemudian berjalan melintasi rel kereta api di Kabupaten Maros, Pangkep, dan tiba di Stasiun Tanete Rilau di Kabupaten Barru pukul 08.25 Wita.

Budi didampingi Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman (ASS), Dirjen Perkerataapian Kemenhub Zulfikri, dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo.


Menhub Budi Karya Sumadi meninjau progres proyek kereta api Makassar-Parepare melalui udara.Progres proyek kereta api Makassar-Parepare melalui udara. Foto: Andi Nur Isman/detikSulsel

Dalam peninjauan tersebut, Budi melihat banyak potensi pariwisata di sepanjang jalur lintasan kereta api Makassar-Parepare. Dia pun berharap potensi wisata tersebut dapat menjadi destinasi pelengkap kehadiran kereta api di Sulsel.

"Kita menyampaikan bahwa kegiatan wisata menjadi suatu hal yang penting bagi kita bahkan saya beberapa hari ini baru tahu betapa indahnya potensi wisata di sepanjang rel," kata Budi.

Menhub Budi Karya Sumadi meninjau progres proyek kereta api Makassar-Parepare melalui udara.Potensi wisata di sepanjang rel proyek kereta api Makassar-Parepare melalui udara. Foto: Andi Nur Isman/detikSulsel

Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) pun diharapkan bisa memfasilitasi potensi-potensi di sepanjang jalur rel kereta api Makassar-Parepare. Termasuk melibatkan pihak swasta.

"Kita mengundang yang memiliki keahlian untuk merancang tujuan wisata tersebut. Ini saya pikir tidak bisa dilakukan Kemenhub. Pemda dan provinsi bisa mewarnai. Kemudian swasta," ucap Budi.

Menhub Budi Karya Sumadi meninjau progres proyek kereta api Makassar-Parepare melalui udara.Pemandangan dari udara di sepanjang rel proyek kereta api Makassar-Parepare. Foto: Andi Nur Isman/detikSulsel

Untuk diketahui, proyek awal Kereta Api Makassar-Parepare ini akan dibangun sepanjang 145 kilometer. Rutenya akan menghubungkan Kota Makassar dan Kota Parepare dengan melintasi Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep dan Kabupaten Barru.

Sebagai prioritas pertama pembangunan KA Trans Sulawesi, jalur kereta api Makassar-Parepare pada awalnya dibangun jalur tunggal, tetapi lahan yang disiapkan dapat dibangun jalur ganda. Jalur ini direncanakan punya 23 stasiun pemberhentian.

Pada tahun 2015, pengadaan lahan dimulai oleh Pemprov Sulsel dengan sumber dana APBD senilai Rp 84 miliar. Kemudian dimulai pembangunan konstruksi jalur kereta api sepanjang 16,1 kilometer dengan sumber dana APBN senilai Rp 855 miliar.

Proyek ini dibagi menjadi 5 segmen pengerjaan. Segmen A sepanjang 23 kilometer dari Stasiun Soreang Kota Parepare ke Stasiun Palanro Kabupaten Barru.

Kemudian segmen B dengan panjang 26,1 kilometer dimulai dari Stasiun Palanro ke Stasiun Takkalasi. Rute ini masih di Kabupaten Barru.

Untuk pengerjaan segmen C proyek Kereta Api Makassar-Parepare juga masih di Kabupaten Barru sepanjang 16,1 kilometer. Segmen ini menghubungkan Stasiun Takkalasi, Stasiun Barru dan Stasiun Tanete Rilau.

Selanjutnya segmen D sepanjang 67,1 kilometer dari arah Kabupaten Barru melintasi Kabupaten Pangkep hingga ke arah Bandara Sultan Hasanuddin di Kabupaten Maros. Selanjutnya segmen terakhir atau segmen E dari Maros ke arah Kota Makassar yang direncanakan 13,6 kilometer.



Simak Video "Rayakan Agustusan! Beli Tiket Kereta Api Mulai Rp 17 Ribu"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/nvl)