Sungai di Gowa Meluap, 6 Ternak Warga Hanyut-Sawah Gagal Panen

Al Khoriah Etiek Nugraha - detikSulsel
Kamis, 26 Mei 2022 18:51 WIB
Sungai meluap membuat 6 ekor ternak warga hanyut dan sawah gagal panen (Dok. Istimewa)
Foto: Sungai meluap membuat 6 ekor ternak warga hanyut dan sawah gagal panen (Dok. Istimewa)
Gowa -

Sungai di Desa Manuju, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) meluap usai diguyur hujan intensitas tinggi. Akibatnya 6 ekor sapi hanyut dan pertanian warga gagal panen akibat sawah terendam banjir.

"Ada 6 ekor ternak sapi masyarakat yang hanyut dibawa arus sungai," ungkap Fajar Ketua KNPI Manuju kepada detikSulsel pada Kamis (26/5/2022).

Peristiwa sungai meluap terjadi sekitar pukul 16.00 Wita sore tadi. 6 Ekor ternak sapi warga yang hanyut membuat mereka merugi hingga Rp 80 juta.


"Kalau ternak sekitar 80-an juta (rupiah)," sebut Fajar.

Selain ternak, sawah warga juga terendam air. Kondisi ini membuat lahan pertanian tersebut dipastikan bakal gagal panen dan warga merugi.

"Lahan pertanian masyarakat yang terkena imbas sudah dipastikan gagal panen. Ratusan juta (total kerugian) kalau ternak dengan pertanian," ujarnya.

Fajar mengungkapkan air sungai yang meluap disebabkan adanya pendangkalan. Akibatnya setiap terjadi hujan deras maka air sungai akan dengan mudahnya meluap.

Menurutnya perlu dilakukan normalisasi sungai sebagai solusi. Dia mengatakan sudah terlalu lama warga setempat menunggu normalisasi sungai dilakukan.

"Sungainya sudah dangkal. Sebenarnya perlu normalisasi sungai, sudah lama masyarakat menantikan itu karena kalau hujan pasti naik air ke sawah masyarakat," jelasnya.

Sungai meluap membuat 6 ekor ternak warga hanyut dan sawah gagal panen (Dok. Istimewa) Foto: Sungai meluap membuat 6 ekor ternak warga hanyut dan sawah gagal panen (Dok. Istimewa)

Fajar menambahkan pemerintah harus memperhatikan kondisi tersebut. Pasalnya, jika kondisi ini terus berlanjut akan menjadi ancaman bagi warga sekitar sungai.

"Ada pendangkalan di wilayah sungai, sehingga butuh perhatian pemerintah baik eksekutif dan legislatif untuk melakukan normalisasi sungai, karena kalau tidak dilakukan ini menjadi ancaman bagi warga ketika hujan lebat dan diduga ini tidak terlepas daripada penebangan pohon yang tidak terorganisir dengan baik," ujarnya.



Simak Video "Melihat Perjuangan Warga Polman Terobos Sungai Berarus Deras"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/sar)