Duduk Perkara Jenazah Wanita di Gowa Ditolak Dimandikan Gegara Biaya Kurang

Al Khoriah Etiek Nugraha - detikSulsel
Selasa, 24 Mei 2022 06:30 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah. Foto: Thinkstock
Gowa -

Jenazah seorang wanita, Irma (26) di Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) dikabarkan ditolak dimandikan oleh tim pemandi jenazah hanya karena kurang biaya Rp 200.000 dari ongkos jasa Rp 900.000 yang diminta.

Menurut keluarga almarhumah Irma, Takbir Sija, tim pemandi jenazah kemudian tidak memandikan jenazah karena kekurangan biaya Rp 200.00 tersebut, sehingga jenazah dimandikan oleh pihak lainnya.

Tapi, kabar ini langsung dibantah Lurah Kalase'rena, Bontonompo, Bakri. Dia mengatakan, tidak ada unsur pemaksaan bagi warganya yang kurang mampu untuk membayar biaya memandikan jenazah. Berikut duduk perkara kasus ini:


Keluarga Kekurangan Rp 200 Ribu Biaya untuk Jasa Pemandi Jenazah

Insiden ini terjadi bermula ketika keluarga almarhumah Irma hanya mampu membayar Rp 700 ribu untuk jasa pemandi jenazah. Sementara harga yang telah disepakati adalah Rp 900 ribu, kurang Rp 200 ribu.

"Jenazah Irma ini ditolak dimandikan oleh tim pemandi jenazah karena kurang Rp 200 ribu," ujar Takbir Sija kepada detikSulsel, Senin (23/5/2022).

"Biaya memandikan jenazah itu Rp 900 ribu. Tapi yang terkumpul hanya Rp 700 ribu," imbuhnya.

Takbir mengatakan, pihaknya kemudian menyampaikan permasalahan ini kepada tim pemandi jenazah. Dengan harapan tim pemandi jenazah dapat maklum atas kondisi tersebut. Selain itu, pihak keluarga almarhumah Irma juga berharap tim pemandi jenazah tidak mempermasalahkannya, mengingat ada keluarga almarhumah yang ikut memandikan.

"Lalu kita sampaikan ke tim pemandi ini bahwa siapa tahu bisa dibantu karena kan ada ji juga keluarganya (almarhumah) yang masuk (ikut memandikan)," tambahnya.

Namun, respon tim pemandi jenazah tidak sesuai yang diharapkan. Bukannya memaklumi, tim pemandi jenazah tersebut dilaporkan pergi. Keluarga pun berupaya menutupi kekurangan biaya tersebut agar sesuai dengan harga kesepakatan.

Setelah berupaya mengumpulkan uang agar cukup Rp 900 ribu, tim pemandi jenazah justru menolak saat dihubungi kembali. Bahkan mereka menyuruh keluarga mencari tim pemandi jenazah yang lain. Alasannya, mereka telah berganti baju.

"Setelah diusahakan lagi bagaimana uang ini cukup Rp 900 ribu. Setelah cukup Rp 900 ribu, si tim pemandi ini sudah pergi dari rumah duka lalu ditelepon bahwa uang ini sudah cukup Rp 900 ribu. Tapi dia alasannya sudah ganti baju. Silakan cari yang lain (tim pemandi jenazah yang lain)," kata Takdir yang meniru perkataan tim pemandi jenazah dalam sambungan telepon.

Lurah Sebut Tidak Pemaksaan Biaya Memandikan Jezanah

Lurah setempat, Bakri Imba membantah kabar ada jenazah di wilayahnya ditolak dimandikan karena kurang biaya. Dia menekankan tidak ada kewajiban membayar jasa pemandi jenazah Rp 900 ribu.

Biaya memandikan jenazah, lanjutnya, disesuaikan dengan kemampuan keluarga. Sehingga tidak ada pemaksaan dengan nominal tertentu.

"Jadi bukan harus (dibayar Rp 900 ribu). Tidak begitu. Kalau dia warga kita yang kurang mampu, itu akan disesuaikan dengan kemampuannya," jelas Bakri Imba, Senin (23/5).

Bakri juga membantah keterangan keluarga almarhumah yang mengatakan bahwa tim pemandi jenazah pulang karena pihak keluarga almarhumah Irma hanya memiliki uang. Menurutnya, tim pemandi jenazah pulang karena permasalahan tersebut sudah selesai.

"Ini kan judulnya kurang Rp 200 ribu. Kenapa lagi (keluarga almarhum) kumpul uang padahal ini tim pengurus jenazah sudah pulang," ujarnya.

Akibatnya, Bakri ditanya oleh Camat Bontonompo soal jenazah Irma yang ditolak dimandikan karena kekurangan uang. Dia pun menjelaskan bahwa insiden tersebut hanya kesalahpahaman. Selanjunya Ia melaporkan bahwa prosesi pemakaman jenazah Irma juga telah rampung dilakukan.

"Sudah (dimakamkan) di Kampung Sela. Tidak ada (persoalan lagi). Ini hanya kesalahpahaman," jelasnya.

Meski begitu, Bakri akan menyelesaikan kesalahpahaman ini dengan melakukan pertemuan antara pemerintah setempat dengan pihak keluarga almarhumah. Rencananya akan hadir adalah semua yang terlibat termasuk tokoh masyarakat.

"Rencana besok kita adakan rapat bersama tokoh masyarakat terkait ini dan diundang semua yang terlibat," kata Bakri saat diwawancarai pada Senin (23/5).



Simak Video "Dinar Candy Ikut Lega Akhirnya Jenazah Eril Ditemukan"
[Gambas:Video 20detik]
(nvl/nvl)