Jokowi Longgarkan Prokes, Penjual Masker di Makassar Justru Bersyukur

Muh Ishak Agus - detikSulsel
Rabu, 18 Mei 2022 17:53 WIB
Penjual masker di Makassar santai dan justru bersyukur Presiden Jokowi melonggarkan aturan masker di ruang terbuka (detikSulsel/Muh Ishak Agus)
Foto: Penjual masker di Makassar santai dan justru bersyukur Presiden Jokowi melonggarkan aturan masker di ruang terbuka (detikSulsel/Muh Ishak Agus)
Makassar -

Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melonggarkan penggunaan masker di ruang terbuka ditanggapi santai para pedagang masker di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pedagang masker justru bersyukur karena keputusan itu menandakan pandemi kian reda.

"Biasa saja dan tidak masalah ji. Kami di sini biar ada pernyataannya Pak Jokowi seperti itu," kata Ani (43), pedagang masker di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Rabu (18/5/2022).

Ani menyebut keputusan Jokowi juga tak mempengaruhi penjualan maskernya saat ini yang masih tergolong ramai. Penjualan masker miliknya meningkat saat pagi dan sore hari.


"Kami juga masih lancar berjualan di sini. Paling ramai itu biasa pagi hari kan orang biasa lupa bawa masker dari rumah, dia beli di jalan supaya bisa masuk kantornya atau mau ke mall. Sore hari juga ramai pembeli," ungkapnya.

Ani menjual berbagai macam masker, mulai dari masker kain, scuba, dan masker medis. Masker dagangan Ani dijual rata seharga Rp 5 ribu.

"Rata semua ji di sini Rp 5 ribu satu lembar. Kadang ada yang cum beli satu atau dua lembar masker, tapi kalau kita jaga sampai malam, ya bisa kami dapat ratusan ribu (rupiah)," jelasnya.

Tak jauh dari lokasi penjualan Ani, pedagang masker lainnya bernama Syamsuddin (32) juga mengaku tak masalah. Pernyataan Jokowi terkait kewajiban memakai masker di ruang terbuka tidak mempengaruhi penjualannya.

"Tidak masalah ji itu apa yang dibilang Presiden. Masih banyak orang mau beli masker di pinggir jalan seperti kami ini. Karena kan dia (masyarakat) sudah biasa pakai masker karena takut debu," jelasnya.

Syamsuddin bersyukur bila pemerintah mulai melonggarkan aturan penerapan protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi COVID-19. Beraktivitas di luar ruangan membuatnya lega saat bernapas.

"Alhamdulillah kalau ini virus sudah mereda dan ini dilonggarkan. Jadi seperti kami yang bekerja di luar ruangan, bisa hirup udara segar. Tapi tetap kalau bisa tetap pakai masker karena debunya ji. Bukan virusnya," beber dia.

Hal yang sama juga dialami oleh Rahmawati (45), pedagang barang campuran yang juga berjualan masker di pekarangan rumahnya di Jalan H Agus Salim, Kabupaten Gowa. Dia mengaku pelonggaran ini sama sekali tidak mengurangi penjualannya.

"Tidak berkurang. Masih banyak anak muda bahkan dewasa yang beli masker. Tapi saya juga sambut baik pelonggaran prokes itu dari pak presiden," ungkapnya.

Adapun varian masker yang ia jual seperti sensi seharga Rp 3 ribu dan scuba Rp 5 ribu. Rahmawati tetap merasa untung karena rumahnya yang dekat dengan sekolah sehingga siswa yang belajar tetap diwajibkan memakai masker karena berada di dalam ruangan.

"Pelonggaran itu kan untuk yang kerja atau aktivitas di luar. Nah ini siswa di dekat rumah bagaimana? Kan dia belajar di ruangan dan tetap mereka diwajibkan pakai masker dan kalau pagi hari mereka biasa beli masker di saya," tandasnya.



Simak Video "Menkes Sebut Indonesia Berpeluang Bebas Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)