Demokrat Sulsel Panas Jelang AHY Lantik Ketua DPD Terpilih Ni'matullah

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 17 Mei 2022 06:30 WIB
Workstation Ketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Agus Harimurti Yudhoyono. Foto: Instagram AHY
Makassar -

Demokrat Sulsel kembali tensinya panas karena 16 DPC meminta pelantikan Ketua DPD terpilih Ni'matulah oleh Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada 22 Mei nanti ditunda. Mereka berdalih ada gugatan ke Mahkamah Partai yang harus dihormati sehingga kedatangan AHY akan diboikot atau dicegat di Bandara bila pelantikan dipaksakan.

"Iya kami akan boikot (AHY). Kalau verifikasi laporan (gugatan) ke Mahkamah Partai tidak digubris," ungkap Ketua DPC Demokrat Maros Amirullah Nur Saenong kepada detikSulsel, Senin (16/5/2022).

Pihaknya meminta DPP menghormati upaya hukum yang sementara dilakukan. Sehingga pelantikan DPD Demokrat Sulsel diminta ditunda untuk sementara. Pihaknya telah mengajukan gugatan ke Mahkamah Partai sejak bulan lalu.


"Jadi (prosesnya) cacat hukum (kalau pelantikan dipaksakan). Jika gugatan tidak digubris (Mahkamah Partai) kami bawa ke peradilan umum. Itu sesuai AD/ART, kalau tidak puas di Mahkamah Partai bisa ke peradilan umum," jelasnya.

Pihaknya mempermasalahkan keputusan DPP yang memilih Ni'matullah sebagai Ketua DPD padahal laporan pertanggungjawaban (LPJ) Ni'matulah yang merupakan ketua demisioner saat Musda Demokrat ditolak 16 DPC.

"Kita sebenarnya minta DPP memberikan penjelasan kenapa memilih Ni'matullah padahal kan LPJ-nya ditolak. Gimana kalau LPJ (Ni'matullah) ditolak, terus diangkat lagi jadi ketua. Apa dasarnya kan?," tuturnya.

Amirullah menilai dinamika saat Musda Demokrat Sulsel tidak dilaporkan Ketua BPOKK DPP Demokrat Herman Khaeron secara lengkap ke AHY. Padahal ada banyak keganjilan saat musda termasuk tidak ada LPJ yang dibagi-bagikan ke peserta.

"Tidak ada dibagikan di forum. LPJ itu kan mestinya dibagi, berlembar-lembar. Ini apa mau dievaluasi. Tidak ada LPJ dibagikan." tegasnya.

Saat ini pihaknya menunggu gugatan yang berproses di Mahkamah Partai. Ada waktu 60 hari sebelum gugatan bisa dilakukan ke peradilan umum. Sehingga pihaknya mendesak pelantikan DPD Demokrat Sulsel untuk sementara ditunda sampai ada kejelasan. Menunggu ada kepastian hukum yang diajukan di Mahkamah Partai.

"Sampai ada keputusan final Mahkamah Partai. Kita ini kan mau baik-baik. Kita tidak ngotot-ngotot juga. Namun kalau tidak digubris ya kita boikot," pungkas Amirullah.

DPP Demokrat Klaim Situasi Tetap Kondusif

Rencana pemboikotan kedatangan AHY untuk pelantikan DPD Demokrat Sulsel direspons DPP Demokrat. Situasi di Sulsel dinilai DPP justru tetap kondusif.

"Rencananya begitu (pelantikan 22 Mei)," ungkap Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra kepada detikSulsel, Senin (16/5).

Herzaky menambahkan persiapan pelantikan pengurus DPD Demokrat Sulsel terus dimatangkan. Sehingga pihaknya yakin pelantikan nanti tetap akan berjalan lancar.

"Setahu kami, persiapan teman-teman di Sulsel sudah sangat matang dan situasi sangat kondusif," bebernya.

Seperti diketahui, ada dua kandidat yang bersaing di musda Demokrat Sulsel, yakni Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dan ketua demisioner, Ni'matullah. Keduanya memperebutkan 26 pemilih yang terdiri dari 24 suara DPC, 1 DPD, dan 1 DPP.

Dari perebutan suara di musda, IAS meraih 16 suara DPC, Ni'matullah 9 suara (8 DPC dan 1 DPD), sedangkan 1 suara DPP abstain. Selain itu, 16 DPC pendukung IAS juga kompak menolak LPJ kepengurusan Ni'matullah.

Namun AHY memutuskan memilih Ni'matullah atau Ulla' sebagai Ketua DPD Demokrat Sulsel. Ulla' akan menjabat untuk periode kedua sebagai Ketua DPD Demokrat Sulsel bila dilantik 22 Mei nanti.



Simak Video "Masyarakat Sudah Bisa Mudik, AHY Harap Jadi Titik Balik Kebangkitan Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/asm)