7 Fakta Pria Makassar Tewas Usai Ditangkap: Misteri Luka Lebam-Propam Usut

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 17 Mei 2022 05:30 WIB
Polisi jumpa pers kasus terduga bandar sabu 2 gram tewas usai ditangkap (detikSulsel/Muh Ishak Agus)
Foto: Polisi jumpa pers kasus terduga bandar sabu 2 gram tewas usai ditangkap (detikSulsel/Muh Ishak Agus)
Makassar -

Kasus remaja bernama Muhammad Arfandi Ardiansyah (18) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) tewas usai ditangkap polisi menuai sorotan. Terdapat luka lebam pada tubuh korban yang masih jadi misteri hingga Propam Polda Sulsel turun tangan mengusut kasus tersebut.

Arfandi diringkus di Rappokalling, Makassar pada Minggu (15/5) dini hari karena diduga sebagai bandar narkoba. Belakangan korban meninggal saat polisi membawanya untuk melakukan pengembangan kasus.

Dirangkum detikSulsel, Selasa (17/4/2022), berikut 7 fakta kasus pria Makassar tewas usai diciduk polisi;


1. Ditangkap Sebagai Bandar Sabu 2 Gram

Polisi awalnya menyebut korban sebagai bandar narkoba. Barang bukti yang disita ialah dua gram sabu.

"Statusnya sebagai bandar dan barang bukti sabu sekitar 2 gram," ujar Kasat Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Doli Martua kepada wartawan, Minggu (15/5/2022).

Doli menyebut, korban memang sudah jadi target polisi. Alhasil korban ditangkap saat melakukan transaksi.

"Pelaku ditangkap saat transaksi narkoba dan ini merupakan target operasi (TO) kita. Setelah itu kami bawa dia ke posko untuk pengembangan," jelasnya.

2. Korban Sesak Napas hingga Tewas

Saat melakukan pengembangan kasus, korban tiba-tiba meninggal dunia. Polisi pun menjelaskan korban meninggal saat tiba-tiba sesak napas.

"Kendalanya saat itu sesak napas dan kita bawa ke Dokkes karena saat itu meninggal dalam perjalanan," kata Doli.

Kepolisian sudah menyerahkan jenazah Arfandi ke keluarganya di Kandea, Makassar. Kepolisian juga tetap mengawal almarhum hingga proses pemakaman.

"Jenazah pelaku ke rumah duka untuk pemakaman. Upaya kita kawal sampai pemakaman," terangnya.

3. Korban Alami Luka Lebam

Polisi tak menampik terdapat sejumlah luka lebam di jenazah korban. Kini luka lebam itu didalami melalui pemeriksaan Biddokkes Polda Sulsel.

"Untuk sementara hasil visum Dokkes (terkait luka lebam), itu masih tahap pemeriksaan," kata Doli Martua, Minggu (15/5).

Doli mengaku tak bisa menjelaskan penyebab luka di tubuh korban. Dia fokus menunggu hasil pemeriksaan Biddokkes Polda Sulsel.

"Karena luka memar lebam, yang bisa ambil keputusan (menjelaskan penyebabnya) adalah Dokkes," kata Doli.

4. Luka Lebam Korban Jadi Misteri

Sebuah video beredar menunjukkan jenazah korban. Terlihat secara kasat mata ada luka lebam di wajah korban, tepatnya pada area pipi dan jidat korban.

Luka lebam juga terlihat pada bagian lengan hingga siku korban. Selanjutnya luka lebam juga terlihat pada area tangan korban.

Polisi membenarkan ada luka lebam pada tubuh korban. Namun belum ada penjelasan dari mana luka lebam itu berasal.

Hanya saja, polisi belum memberikan penjelasan lebih lanjut dari mana asal luka lebam di tubuh korban.

5. Polisi Klarifikasi Korban Bukan Bandar Narkoba

Polisi membuat pernyataan klarifikasi. Polisi meluruskan korban bukan seorang bandar narkoba seperti pernyataan sebelumnya.

"Sesuai informasi yang bersangkutan sering melakukan penjualan (narkoba). Inilah kita dalami apakah dia hanya perantara atau apa, yang jelas bukan bandar," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Budi Haryanto kepada wartawan, Senin (16/5).

Namun polisi kini kesulitan mengembangkan kasus ini. Korban Arfandi telah meninggal dunia sehingga polisi tak bisa mendalami lebih lanjut status korban yang sebenarnya.

"Ini konstruksi perkaranya agak terputus ya karena yang bersangkutan meninggal. Jadi tersangka ini sebagai apa, ya terputus karena di saat pengembangan yang bersangkutan meninggal," cetus Budi.

6. Propam Polda Usut Periksa 8 Polisi, Ada 1 Perwira

Propam Polda Sulsel turun tangan mengusut kasus kematian Arfandi. Propam memeriksa delapan polisi yang seorang di antaranya merupakan perwira.

"Ada tujuh anggota (diperiksa). Ada (satu orang perwira yang diperiksa)," kata Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Agoeng Adi Koerniawan di Polrestabes Makassar, Senin (16/5).

Dari total delapan polisi yang diperiksa, satu di antaranya merupakan seorang polisi wanita (Polwan). Namun Polwan tersebut diperiksa hanya sebagai saksi.

"Ada tujuh anggota (diperiksa) tapi yang satu Polwan tidak terlibat. Yang bersangkutan ada di tempat saja jadi kami jadikan saksi saja sampai mana keterlibatan," jelasnya.

Namun dari hasil pemeriksaan itu, Agoeng belum bisa membeberkan. Pihaknya masih mendalami kasus kematian Arfandi dan akan bertindak tegas bila ada oknum anggota Polri yang terlibat dalam kasus ini.

"Kami tak bisa berikan keterangan ada awal. Kami masih proses. Intinya kalau memang nanti ditemukan pelanggaran kode etik, kami tangani," tegasnya.

7. Hasil Visum Ungkap Luka Lebam Korban Akibat Benda Tumpul

Hasil visum korban sudah keluar. Hasilnya, luka lebam yang ada di tubuhnya merupakan bekas benda tumpul.

"Kemarin kami sudah lakukan pemeriksaan luar jenazah atas permintaan penyidik, memang ada luka bekas tumpul di beberapa titik tubuh korban," ujar Dokter Forensik Bidokkes Polda Sulsel dr Denny Mathius saat dimintai konfirmasi, Senin (16/5).

Denny mengaku belum bisa memastikan penyebab pasti kematian korban. Tim dokter sejauh ini hanya bisa memastikan ada luka di beberapa titik tubuh korban.

"Cuman menegaskan ada perlukaan di beberapa titik tubuh korban. Kalau sebab mati, kita nggak bisa ngomong dulu. Saya belum bisa pastikan," terangnya.

Sementara, terkait dugaan sesak napas yang dialami korban disebut merupakan informasi dari pihak keluarga. Tim dokter juga belum bisa membenarkan karena harus melalui proses autopsi.

"Ketika kita buktikan dia sesak napas, di mana? Apakah di paru-paru atau di tempat lain. Itu harus autopsi," bebernya.

Namun proses autopsi korban belum bisa dilakukan. Pihak keluarga sejauh ini menolak autopsi.

"Berbicara visum luar, jadi kita periksa luar. Jadi berbicara autopsi, itu hal yang kita butuh. Namun hasil koordinasi penyidik dan keluarga, tidak mau diautopsi," imbuhnya.



Simak Video "Dramatis! Momen Penangkapan Bandar Sabu di Sidoarjo Sampai Nyebur Sungai"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)