Pemkab Pinrang Tindak Pengecer Nakal Paksa Petani Beli Pupuk Non Subsidi

Muhclis Abduh - detikSulsel
Sabtu, 14 Mei 2022 12:55 WIB
Ilustrasi Pupuk Bersubsidi
Ilustrasi Petani. Foto: Dok Kementan
Pinrang -

Petani di Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dipaksa beli pupuk non subsidi diminta untuk melaporkan keluhannya. Pemkab Pinrang berjanji akan menindak tegas pengecer nakal.

"Tidak boleh itu. Tegas itu larangannya tidak boleh menjual pupuk subsidi sepaket dengan pupuk non subsidi," ungkap Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Pinrang, Andi Tjalo Kerrang kepada detikSulsel, Sabtu (14/5/2022).

Tjalo menegaskan para pengecer harus patuh terhadap aturan yang ada. Pihaknya berdalih sudah melarang pengecer menjual pupuk non subsidi yang dipaketkan dengan pupuk subsidi.


"Kami selalu tegur jika ada yang begitu (jual sepaket pupuk subsidi dan non subsidi)," tegasnya.

Ia pun meminta kepada para petani yang merasa ada pengecer yang nakal agar melapor ke dinas terkait atau dapat melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) di masing-masing di wilayah.

"Boleh melapor ke kantor. Boleh juga ke PPL-nya. Nanti kami pasti panggil dan berikan teguran," tuturnya.

Tjalo menuturkan, petani tidak dilarang mengambil jatah pupuk subsidi meski diwakili. Hanya saja diminta diwakilkan kepada orang yang dipercaya.

"Kan itu kartu tani ada password-nya. Tentu keluarga atau orang yang dipercaya yang tahu," jelas Tjalo.

Diberitakan sebelumnya, petani di Kelurahan Laleng Bata, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang, Sulsel gusar dan mengeluhkan ulah oknum pedagang pupuk di tingkat pengecer. Petani dipaksa membeli pupuk non subsidi sebagai syarat untuk bisa membeli pupuk bersubsidi.

"Syarat untuk bisa mendapatkan pupuk subsidi, kami harus beli pupuk non subsidi yang dijual juga oleh pengecer," ungkap petani inisial FA saat dimintai konfirmasi detikSulsel, Jumat (13/5/2022).

FA menyatakan, setiap kali hendak membeli pupuk subsidi, maka petani mendatangi pengecer di desa atau kelurahan masing-masing. Saat hendak membeli pupuk subsidi inilah, pengecer memaksa petani untuk membeli pupuk non subsidi.

"Dipaksa kami beli pupuk non subsidi. Padahal kan kami hanya mau beli yang subsidi. Tapi karena terpaksa ya mau tidak mau kita beli pupuk non subsidi milik pengecer itu," keluhnya.

Di sisi lain, FA mengatakan pengecer di tempatnya memaksa agar warga pemilik kartu tani yang harus datang langsung ketika mau membeli pupuk subsidi. Pembelian tidak bisa diwakili.

"Kan itu kartu tani dicetak pemerintah. Tidak mungkin disalahgunakan. Ini kan misalnya ada orang tua yang sakit dan tidak bisa datang, masa dia tidak bisa diwakili. Di daerah lain itu bisa kok," kesalnya.



Simak Video "Puluhan Petani Sawit di Riau Diserang OTK Pakai Pedang Katana"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/sar)