Vaksinasi Lansia Masih Rendah Bikin Status Makassar Bertahan di PPKM Level 3

Darmawanti Adellia Adipradana - detikSulsel
Selasa, 10 Mei 2022 22:47 WIB
Wali Kota Makassar Danny Pomanto.
Foto: Wali Kota Makassar Danny Pomanto. (Ibnu Munsir/detikSulsel)
Makassar -

Kota Makassar masih bertahan ditetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3. Perpanjangan status ini menyusul vaksinasi lansia yang masih rendah.

"Vaksinasi lansia tetap dikejar," ucap Wali Kota Makassar Danny Pomanto saat dihubungi detikSulsel, Selasa (10/5/2022).

Danny mengeluhkan, pihaknya kesulitan meningkatkan cakupan vaksinasi lansia. Dia berdalih sudah memaksimalkan layanan hanya saja lansia yang akan divaksin.


"Kondisi itu susah kita capai. Kita sudah mengunjungi semua lansia yang ada di Makassar," keluh dia.

Danny mengklaim hanya 50% lansia di Makassar yang layak divaksin sesuai realisasi yang dicapai saat ini. Sementara sisanya sulit divaksin karena terkendala komorbid dan tekanan darah tinggi.

"Cuman yang layak untuk vaksin hanya 50% karena tekanan darah dan komorbidnya tinggi sehingga tidak memenuhi syarat untuk vaksin," ungkapnya.

Diketahui sasaran vaksinasi lansia di Kota Makassar mencapai 101.284 orang. Dari data Satgas COVID Sulsel hingga per tanggal 9 Mei 2022, capaian vaksinasi lansia di Makassar dosis 1 mencapai 50,75%, dosis 2 di angka 43,29%, sedangkan booster terealisasi 12,84%.

Realisasi vaksinasi lansia inilah yang menjadi faktor Makassar masih bertahan di PPKM level 3. Lantaran capaiannya belum memenuhi target vaksinasi lansia dosis 1 minimal 60% yang ditetapkan pusat.

"Sebenarnya bukan pemerintah kota tidak mampu meng-60%-kan (vaksinasi lansia sesuai target pusat). Saat ini yang bisa kami lakukan dengan level 3 ini ya pakai masker, jaga jarak kan tidak mi, tetap kita tidak boleh lengah," jelas Danny.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, Adi Novisa membenarkan status rendahnya vaksinasi lansia. Makanya PPKM level 3 di Makassar masih diperpanjang setelah dua pekan sebelumnya masih di kondisi yang sama.

"Penempatan Makassar sebagai level 3 dikarenakan rendahnya capaian vaksinasi lansia," ucap Adi yang dikonfirmasi, Selasa (10/5).

Pihaknya pun kini memetakan kembali lansia yang belum divaksinasi. Langkah ini sekaligus mengevaluasi dan mengelompokkan lansia berdasarkan penyebab sehingga belum divaksinasi.

"Pemetaan sasaran lansia yang belum tervaksin serta apa penyebabnya," beber dia dia.

Lansia yang terhambat divaksinasi karena komorbid akan dikawal dan dirujuk ke rumah sakit (RS) untuk ditindaklanjuti. Contohnya kata Adi, dengan memberikan obat sebagai langkah awal tata laksana komorbid pada lansia.

"Upaya antisipasi misalnya yang punya komorbid diarahkan ke rumah sakit atau sebelumnya dilakukan tatalaksana, misalnya pemberian obat," jelasnya.

Dia juga berharap masyarakat berperan penting menaikkan target vaksinasi lansia. Dengan mengajak lansia yang belum vaksin mendatangi layanan vaksinasi.

"Diharapkan kerja sama lintas sektor untuk mengajak masyarakat terutama lansia yang belum vaksin untuk mau segera mendatangi sentra-sentra vaksinasi," paparnya.

Untuk diketahui, penetapan status PPKM level 3 Kota Makassar ditetapkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 25 tahun 2022. Kebijakan ini berlaku sejak tanggal 10-23 Mei 2022.



Simak Video "Antisipasi Pengelola Gedung Pernikahan saat PPKM Level 3 "
[Gambas:Video 20detik]
(sar/asm)