Balap Lari Liar Tren di Makassar, Sosiolog Sorot Prasarana Kota yang Terbatas

Hermawan Mappiwali - detikSulsel
Senin, 18 Apr 2022 08:59 WIB
Aksi balap lari liar menjadi tren di Makassar sekaligus dijadikan ajang taruhan.
Foto: (Muh Ishak Agus/detikSulsel)
Makassar -

Sosiolog Universitas Hasanuddin (Unhas) Ramli AT menyikapi balap lari liar yang kini sedang tren di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ramli melihat fenomena tersebut sebagai kebutuhan aktualisasi dan hiburan pemuda selama Ramadan namun tak tidak didukung prasarana perkotaan yang memadai.

"Kemunculan fenomena balap lari liar ini bisa dilihat sebagai tidak bertemunya dua kondisi, yaitu adanya kebutuhan aktualisasi diri dan hiburan serta terbatasnya prasarana perkotaan untuk menyalurkannya," kata Ramli kepada detikSulsel, Senin (18/4/2022).

Ramli mengatakan, pada masa remaja memang selalu ada kebutuhan tinggi untuk aktualisasi diri dan hiburan. Sayangnya kebanyakan wilayah perkotaan tidak dirancang memenuhi kebutuhan tersebut.


"Kota-kota tumbuh sangat kapitalistik, yang pada akhirnya pelayanan ke warga semakin ditentukan seberapa besar mereka bisa membayar," katanya.

Menurut dia, kondisi itu tentu menjadi masalah bagi kelompok-kelompok warga tertentu yang sangat dibatasi dalam mengakses berbagai fasilitas perkotaan. Akibatnya, mereka seringkali memanfaatkannya secara ilegal seperti menutup jalanan untuk menyalurkan berbagai kebutuhan mereka.

"Memang pada akhirnya kegiatan seperti ini akan banyak berkonflik dengan kepentingan publik yang lain seperti pada mereka yang pada saat yang sama memerlukan jalan untuk bertransportasi, atau adanya gangguan ketentraman karena suara riuh yang ditimbulkan saat yang lain beristirahat," katanya.

"Belum lagi misalnya adanya peluang fenomena demikian dimanfaatkan untuk berjudi. Ini karena kegiatan tersebut dilakukan memang secara ilegal sehingga di luar kontrol pihak berwenang," imbuhnya.

Ramli menambahkan, lomba lari atau balap lari liar lebih bersifat populis dibanding balap motor yang mensyaratkan seseorang harus memiliki fasilitas kendaraan sehingga lebih mudah merebak luas di masyarakat.

"Karenanya, pemerintah kota perlu lebih responsif menanggapi kemunculan fenomena seperti ini. Tujuannya agar dilakukan lebih terarah untuk memenuhi kebutuhan olahraga dan rekreasi kalangan muda, dan menghindari berkembang menjadi perilaku yang tak diharapkan, seperti jadi ajang judi bahkan pemicu tawuran," kata Ramli.

Tren Balap Lari Liar di Makassar

Seperti diketahui, aksi balap lari liar kini menjadi tren bagi kalangan anak muda selama Ramadan di Kota Makassar. Lomba adu kecepatan ini jadi ajang bertaruh bagi warga, rokok dan uang jadi jaminan.

detikSulsel sebelumnya sempat memantau balap lari liar di Jalan Batua Raya, Kecamatan Manggala pada Jumat (15/4/2022) pukul 21.07 Wita. Tampak sejumlah remaja berkumpul di pinggir jalan. Mereka melakukan balap lari liar dengan jumlah peserta 2 hingga 5 orang.

Aksi balap lari liar itu dilakukan di jalan bertekstur beton yang lurus. Peserta balap lari liar tampak melepas alas kaki dan berlari sekitar 10-15 meter.

Tampak sejumlah remaja yang menonton menawarkan taruhan ke penonton lainnya dengan mendukung salah satu dari peserta balap lari liar. Taruhan ditawarkan berupa uang.

Tidak jarang pula, para penonton yang hadir menjadikan rokok sebagai taruhan dalam aksi balap lari liar tersebut. Aksi mereka kemudian menjadi pusat perhatian warga.

"Ya, 2 ribu, 5 ribu. Rokok mo saja," kata salah seorang penonton dalam aksi balap lari liar itu.

Wali Kota Makassar Mau Bikin Balap Lari Resmi

Sementara itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto mengatakan pihaknya bakal menggelar lomba balap lari di tengah tren balap lari liar saat bulan Ramadan. Dia berjanji akan memfasilitasi aktivitas yang kini marak dijadikan ajang taruhan sejumlah anak muda itu.

"Saya minta buat balap lari satu kota. Kita sponsori. Kita support," tutur Danny saat dihubungi detikSulsel, Minggu (17/4).

Danny tak menampik balap lari liar tengah jadi tren di sejumlah wilayah Kota Makassar. Aktivitas yang dia sebut kebanyakan dibuat oleh anak-anak muda mantan geng motor.

"Biar anak-anak yang biasa nakal-nakal itu bekas geng motor, biar mereka yang bikin. Kalau kita bikin kan biasa, tapi kalau anak geng motor yang bikin kan luar biasa," urai dia.

Dia mengaku sudah mensosialisasikan rencananya ini. Pihaknya akan menggandeng anak-anak muda yang sering menggelar balap lari liar menjadi pelaksana.

"Ini sebelum Lebaran pokoknya harus dibikin. Baru tadi malam saya tantang mereka bikin (balap lari)," tuturnya.

Danny mengemukakan, dirinya tengah merencanakan lokasi lintasan balap lari tersebut. Kegiatan mereka yang selama ini digelar tiap malam di sejumlah wilayah akan dibikin jadi aktivitas yang legal atau resmi.

"Balap lari jadi legal. Saya bikin lintasannya apa semua. Di semua kota," tegas Danny.



Simak Video "Ramai Balap Lari di Bekasi, Peserta Tadinya Pelaku Balap Motor Liar"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/sar)