Parkir Liar-Macet di Area Balai Kota Makassar, Danny: Solusinya Pakai Ojol

Ibnu Munsir - detikSulsel
Kamis, 07 Apr 2022 10:59 WIB
Parkir liar menggunakan bahu jalan di area samping kantor Balai Kota Makassar.
Foto: Parkir liar menggunakan bahu jalan di area samping kantor Balai Kota Makassar. (Ibnu Munsir/detikSulsel)
Makassar -

Parkir liar yang menyebabkan macet di area Balai Kota (Balkot) Makassar masih marak dan tak kunjung tuntas. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggagas kebijakan hari ojek online (ojol) atau ojol day untuk mengatasi persoalan tersebut, namun justru program itu tidak berjalan.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto mengakui hal tersebut. Salah satu utang programnya untuk mengurai kemacetan di kawasan Balai Kota yang belum dilaksanakan.

"Kan masih ada utangku satu, (program) ojol day," sebut Danny, Kamis (7/4/2022).


Program hari ojol sebelumnya digaungkan Danny di awal kepemerintahan periode keduanya sebagai wali kota tahun 2021 lalu. Danny menetapkan tiap hari Selasa, warga menggunakan ojol saat bepergian khusus di hari tersebut.

Aturan ini juga diwajibkan bagi ASN lingkup Pemkot Makassar untuk memakai jasa ojol. Dengan harapan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi di tengah terbatasnya lahan parkir perkantoran. Khususnya di Balai Kota yang tidak bisa menampung kendaraan, hingga terpaksa menggunakan bahu jalan.

"Perlu mi segera ojol day. Solusinya (atasi parkir liar) ojol day, naik ojol semua, (supaya) jangan parkir (kendaraan pribadi di jalan)," imbuh Danny.

Pelaksanaan hari ojol atau hari penggunaan transportasi daring sebelumnya akan dibuat regulasinya dalam bentuk peraturan wali kota (perwali). Namun aturan yang dimaksud pun belum jelas hingga saat ini.

"Saya belum tahu ojol day," singkat Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar Iman Hud yang dikonfirmasi terpisah, Kamis (7/4).

Parkir Liar di Area Balai Kota Makassar Insidental

Kepala Dishub Kota Makassar Iman Hud mengatakan upaya mengatasi kemacetan terus dilakukan. Kepadatan lalu lintas yang juga terjadi di area Balai Kota Makassar gegara parkir kendaraan di bahu jalan.

"Kan insidental itu parkir liar. Tapi petugas kita selalu berjaga di sana. Cuma penyakitnya, kalau tidak ada petugas, dia (parkir liar) ada lagi," sebut Iman.

Parkir liar di samping Balai Kota Makassar menimbulkan kemacetan.Foto: Parkir liar di samping Balai Kota Makassar menimbulkan kemacetan. (Ibnu Munsir/detikSulsel)

Dia mengaku pihaknya tidak bisa bertugas seharian di jalan itu di tengah terbatasnya personel. Makanya dibagi tim pengawasan di jam sibuk lalu lintas pada pukul 07.00-10.00 Wita, kemudian lanjut pukul 04.00 Wita.

"Sekarang logikanya jumlah petugas terbatas, terus jumlah masyarakat pelanggar banyak. Kita realistis," papar Iman Hud.

Sebelumnya diberitakan kawasan Balai Kota Makassar masih dipenuhi parkir liar sekitar pukul 14.00 Wita, Rabu (6/4). Sejumlah kendaraan menggunakan bahu jalan di samping kantor untuk parkir, yang membuat lalu lintas macet khususnya di Jalan Slamet Riyadi kota Makassar.

Di antara kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi ditengarai merupakan milik pengunjung yang kesulitan mendapat lokasi parkir di kawasan kantor. Bahkan tidak sedikit juga ditengarai milik aparatur sipil negara (ASN) yang berkantor di Balai Kota.

"Itu (masalah) klasik (parkir pinggir jalan)," ujar Danny.

Danny lantas menyindir sejumlah ASN yang diduga parkir sembarangan sampai ke bahu jalan. Terutama bagi pegawai yang membawa mobil.

"Itu tandanya ASN Pemkot tambah kaya, tambah banyak mobilnya," tandasnya.



Simak Video "Parkir Liar, Belasan Kendaraan di Bandung Terjaring Operasi Cabut Pentil"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/tau)