Kalimantan Timur

Berburu Takjil di Samarinda, Kue Khas Banjarmasin-Bugis Jadi Favorit

Muhammad Budi Kurniawan - detikSulsel
Senin, 04 Apr 2022 20:00 WIB
Lapangan GOR Segiri, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) dipadati warga menjelang buka puasa yang berburu takjil.
Lapangan GOR Segiri, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) dipadati warga menjelang buka puasa yang berburu takjil. Foto: (Budi/detikcom)
Samarinda -

Lapangan GOR Segiri, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) dipadati warga menjelang buka puasa. Mereka berburu takjil khas mulai dari Banjarmasin hingga Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dari berbagai macam takjil yang di jual, kue amparan tatak dan bingka khas Banjarmasin dan bolu peca khas Bugis jadi menu yang paling favorit. Makanan khas ini hanya sering muncul ketika Ramadan di Samarinda.

"Paling laris bingka kentang sama amparan tatak, Karena dua kue ini biasa di makan saat berbuka puasa," ujar Eva Susanti salah seorang pedagang yang menjual berbagai macam kue saat ditemui di lokasi, Senin (4/4/2022).


Amparan tatak dan bingka yang dijual Eva pun berbagai macam rasa. Kiosnya memang cukup strategis karena berada di depan pintu Pasar Ramadan GOR Segiri.

"Ya alhamdulillah dua hari bulan puasa ini selalu habis, omset sehari bersih dapatnya di atas Rp 1 juta," terangnya.

Selain Eva, Murni penjual Bolu Peca mengaku hal serupa. Dalam sehari dirinya membawa makanan Khas Bugis itu sebanyak 5 panci dan habis sebelum waktu buka puasa.

"Enggak cuman bolu peca, kue-kue lain juga kita jual, tapi yang paling laris di sini bolu peca, omset sehari bisa Rp 10 juta," kata Murni.

Kue bolu peca diminati pembeli karena cita rasanya yang manis sehingga cocok disantap saat berbuka puasa. Bolu peca terbuat dari telur, tepung beras, soda kue, dan gula merah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda Nurul Mu'minayati menjelaskan Pasar Ramadan ini diisi 120 kios.

"Konsepnya ini wisata Ramadan Samarinda berbagai, jadi karena sudah dua tahun COVID, untuk warga yang datang bisa sambil belanja sekalian wisata juga," jelasnya.

Pasar Ramadan di GOR Segiri kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Para pengunjung diedukasi berbelanja menggunakan non tunai melalui aplikasi QRIS bekerja sama dengan Bank kaltimtara.

"Warga yang belanja kita siapakah aplikasi QRIS, jadi tidak harus menggunakan uang tunai, begitu juga parkir tidak pakai uang tunai," ungkapnya.

Pengunjung yang datang pun dibatasi dengan menggunakan Aplikasi PeduliLindungi. Pihak Satgas COVID-19 yang berjaga dapat mengetahui jumlah pengunjung yang berada di dalam.

"Batas kami hanya 600 orang, jadi gunanya aplikasi PeduliLindungi bisa mengontrol yang ada di dalam untuk menjaga prokes," pungkasnya.



Simak Video "Mengulik Makna di Balik Takjil Bubur Sayur Kauman Bantul"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/asm)