KPPU Dalami Dugaan Kartel Penimbunan Minyak Goreng 61,18 Ton di Makassar

KPPU Dalami Dugaan Kartel Penimbunan Minyak Goreng 61,18 Ton di Makassar

Taufik Hasyim - detikSulsel
Selasa, 22 Feb 2022 12:09 WIB
Satgas Pangan Polri menemukan 61,18 ton minyak goreng di Makassar ditimbun dan dijual ke industri. (dok. Istimewa)
Foto: Satgas Pangan Polri menemukan 61,18 ton minyak goreng di Makassar ditimbun dan dijual ke industri. (dok. Istimewa)
Makassar -

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan mendalami dugaan kartel pada kasus pengungkapan penimbunan minyak goreng di Makassar yang diungkap polisi. Praktik kerja sama produsen dan distributor memainkan jatah minyak goreng rumah tangga ke industri akan didalami.


"KPPU saat ini fokus menangani terkait dugaan kartel dalam minyak goreng ini. Dimana harus kita lihat apakah ada unsur koordinasi atau kerjasama antar pelaku usaha," ungkap Kepala Kanwil VI KPPU, Hilman Pujana kepada detikSulsel, Selasa (22/2/2022).

Menurutnya, praktik penimbunan itu adalah bentuk tindak pidana sehingga merupakan domain dari kepolisian. Namun pihaknya tetap akan mendalami kembali informasi penimbunan ini. Misalnya bila ada bentuk perilaku penahananan pasokan, kemudian siapa saja yg melakukan penahanan pasokan di pasar.


"Apakah ini dilakukan secara terkoordinasi atau tidak sehingga membuat pasokan ke pasar terhambat dan harga menjadi naik. Juga soal temuan polisi ada kerja sama produsen dan distributor mengalihkan kuota minyak goreng rumah tangga ke indusri ini juga akan didalami," bebernya.

Hilman menuturkan kelangkaan minyak goreng yang masih terjadi saat ini bisa dipengaruhi dua faktor. Pertama dari sisi penawaran karena saat ini jumlah pasokan minyak goreng kemasan masih belum sesuai dengan permintaan. Ditambah dari sisi demand, ada panic buying yang terjadi di masyarakat," jelasnya.

Terpisah Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana menuturkan kasus penyalahgunaan alokasi minyak goreng ini ditangani Mabes Polri. Namun untuk sanksi administrasi sudah diberikan ke perusahaan yang bersangkutan dengan mencabut izin ekspor.

"Nah, pengembangannya ditangani Satgas Mabes Polri. Misalnya apakah ada tersangka atau ini mengarah tindak pidana, itu Mabes yang umumkan karena yang melakukan penyidikan itu Mabes," jelasnya.

Namun pihaknya tetap melakukan pengawasan pendistribusian minyak goreng yang dipimpin satgas pangan daerah. Bila ditemukan ada suatu kelangkaan yang menimbulkan gejolak di masyarakat maka otomatis satgas pangan akan turun.

"Hasil pantauan itu akan menjadi suatu penyelidikan atau penyidikan nanti," jelasnya.

Sebelumnya, Polri membongkar praktik penimbunan dan penyalahgunaan minyak goreng curah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Ada 61,18 ton untuk konsumsi rumah tangga malah dialihkan ke industri.

"Hasil penyelidikan Satgas Pangan, ditemukan adanya penyalahgunaan minyak goreng milik PT Smart Tbk yang dikirim dari kabupaten Tarjun, Kalimantan Selatan. Ada 61,18 ton minyak goreng curah yang harusnya untuk rumah tangga malah sudah dialihkan atau dijual ke industri," ungkap Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana dalam konferensi pers di Makassar, Senin (21/2/2022)

Komang menambahkan, PT Smart Tbk mengangkut total 1.850 ton minyak goreng curah yang diangkut menggunakan vessel tanker menuju ke pelabuhan Makassar sebagai kewajiban melaksanakan domestic market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO). Namun PT Smart Tbk telah menjual minyak curah untuk peruntukan rumah tangga itu untuk kepentingan industri ke beberapa distributor sebanyak 138 ton.

"Rinciannya sebanyak 61,18 ton sudah didistribusikan ke industri. Sisanya 76,82 ton masih tersimpan di dalam kilang namun sudah terbeli atau menjadi milik distributor dengan harga Rp 19.100 per kilogram," bebernya.

Dia melanjutkan dengan adanya penyelewangan ini, mengakibatkan harga penjualan minyak curah menjadi tak terkendali. Harga eceran tertinggi (HET) minyak curah untuk pasar tradisional seharusnya hanya Rp 11.500 per liter kini menjadi Rp 15.000 liter. Temuan ini hasil kerja sama satgas pusat dan daerah yang mengungkap adanya permainan yang dilakukan PT Smart Tbk.



Simak Video "Perjalanan Kasus Korupsi Minyak Goreng Hingga 5 Terdakwa Divonis Ringan"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/nvl)